fbpx
Connect with us

Sosial

Posko Penjagaan Dioperasikan, Warga Tak Beridentitas Gunungkidul Diarahkan Putar Balik

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Polres Gunungkidul langsung membuat posko penyekatan untuk antisipasi pemudik masuk ke Gunungkidul. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid – 19. Nantinya, pendatang dengan plat luar daerah serta bukan warga Gunungkidul akan dipaksa untuk putar balik.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Eny Nur Widiastuti mengatakan, tujuh posko penyekatan ini masing-masing berada di wilayah Kecamatan Patuk, Playen, Panggang, Rongkop, Bedoyo Ponjong, Blutak Semin serta pertigaan Ngawen. Untuk mendukung posko tersebut sebanyak 445 personel polisi disiapkan untuk melakukan pengamanan.

“Ada sinergi kegiatan ini kita lakukan bersama TNI dengan 42 personel, Pol PP 42 personel, kemudian Dinas Perhubungan 21 personel serta Dinas Kesehatan 21 personel,” kata Eny, Jumat (24/04/2020) siang.

Ia menjelaskan, di pos tersebut, semua kendaraan luar kota akan dilakukan pengecekan kemudian akan dilakukan langkah persuasif untuk kembali ke daerah asal mereka.

“Untuk warga Gunungkidul dengan plat luar diperbolehkan masuk, dengan melakukan pengecekan identitas KTP. Kalau yang identitas luar daerah tidak boleh masuk,” jelas Eny.

Meski menerapkan langkah persuasif, pihaknya akan meminta mereka untuk putar balik ke daerah asal. Kegiatan ini dilakukan mulai hari ini.

“Mereka tidak boleh masuk ke Gunungkidul,” kata Eni.

Dijelaskannya, untuk penjagaan ini akan dilakukan selama 24 jam. Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami atas kebijakan ini sehingga bisa menyampaikan kepada keluarga di luar daerah untuk tidak mudik terlebih dahulu.

“Ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jadi himbauan kami, tunda mudik dulu,” ulasnya.

Dari laporan hari pertama yang diterima pihaknya, sampai saat ini belum ada pemudik yang masuk Gunungkidul. Kendaraan masih kendaraan warga yang menjalankan aktivitas lokal karena memang tidak bisa melakukan kerja dari rumah.

“Hari pertama laporan di 7 posko, belum ada pemudik masuk,” tandas Enny.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rongkop yang bertugas menjaga perbatasan Rongkop-Pracimantoro, Aipda Priyo mengatakan, dirinya mendapat perintah untuk melakukan pengecekan kondisi, asal dan tujuan pengendara masuk ke Gunungkidul. Nantinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa tujuan dan akan dilakukan pengecekan sesampainya di desa tersebut.

“Misal ada kendaraan plat Jateng mau masuk Gunungkidul di cek dulu kondisi dan tujuan mereka kemana. Kalau kondisi baik nanti dari pos itu akan koordinasi dengan desa tujuan. Nanti sampai di desa tujuan ada pengecekan lagi dan himbauan isolasi diri. Tapi kalau kondisinya ada gejala langsung ditelpkan puskesmas terdekat untuk penanganan,” terang dia.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, sampai saat ini sedikitnya 10 ribu pemudik yang sudah masuk Gunungkidul. Sejak akhir Maret lalu pihaknya bersama Dinas Perhubungan melakukan rekap pemudik.

“Sampai hari ini tercatat 10.381 pemudik,” katanya.

Dari jumlah tersebut 2. 449 diantaranya pemudik dari DKI Jakarta. Selain itu juga dari Jawa Barat, Banten Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler