Sosial
Tak Hiraukan PSTKM, Tempat Karaoke di Gunungkidul Tetap Buka Hingga Tengah Malam
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penerapan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) nampaknya tidak berlaku bagi tempat hiburan malam di Kabupaten Gunungkidul. Di sejumlah tempat, baik di wilayah sekitar Kota Wonosari, pesisir pantai selatan maupun perbatasan tidak menerapkan apa yang menjadi instruksi dari pemerintah DIY. Titik hiburan tersebut beroperasi seperti hari-hari biasanya, dari siang hari sampai tengah malam dan bahkan ada pula yang beroperasi hingga pukul 04.00 WIB dini hari.
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar tempat karaoke di wilayah Kalurahan Girijati, Kepanewon Purwosari, Apri menuturkan, kebijakan penerapan PSTKM sama sekali tidak dihiraukan oleh pelaku usaha hiburan malam. Lokasi karaoke tetap buka seperti biasa. Bahkan, setiap malamnya, pengunjung yang datang sampai antri. Terlebih saat malam libur, lokasi karaoke selalu dipadati oleh pengunjung. Para pengunjung yang kehabisan jam di karaoke wilayah Bantul melanjutkan hiburannya di wilayah Gunungkidul.
“Padat pengunjungnya, rata-rata sudah mabuk dari bawah (Bantul)” cetusnya, Senin (25/01/2021) siang.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Purwosari, AKP Ismanto melalui Kanit Reskrim Iptu Mulyana membenarkan perihal adanya pelanggaran PSTKM yang dilakukan oleh pengusaha karaoke di wilayahnya. Kepolisian sendiri telah mengambil tindakan berupa pemberian surat peringatan secara lisan terkait prokes dengan mendatangi titik hiburan malam tersebut.
Ke depan lantaran peringatan ini tidak dihiraukan, pihaknya menilai bahwa perlu tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk melakukan penertiban. Dalam waktu dekat ini, Mulyana menyatakan bahwa petugas akan mendatangi kembali tempat hiburan dan memberikan peringatan keras kepada pemilik karaoke.
“Khususnya dalam protokol kesehatan harus dipatuhi semua masyarakat dan pemilik usaha,” tegas Mulyana.
Ulah pengusaha karaoke yang tidak mengindahkan kebijakan PSTKM memicu kecemburuan dari pelaku usaha lain, diantaranya adalah pengusaha kuliner. Sebagaimana diketahui, usaha kuliner malam menjadi salah satu sektor yang mendapatkan pukulan telak berkaitan dengan penerapan PSTKM. Selama PSTKM, pemilik usaha kuliner tidak diperbolehkan untuk melayani makan di tempat.
Salah satu pemilik usaha rumah makan di wilayah Wonosari, Ony menyatakan kekesalannya melihat tempat hiburan yang bebas beroperasi di saat pembatasan sosial seperti sekarang ini. Padahal, bagi bidang usahanya saja mendapat pemangkasan waktu dan harus sesuai dengan instruksi pemerintah. Jikapun melanggar, maka selekasnya petugas mendatangi tempat usahanya tersebut.
“Apa harus kita semua beralih usaha karaoke,” keluhnya.
Dia mengetahui sendiri tempat hiburan tersebut beroperasi bebas seakan tanpa ada pembatasan secuil pun. Entah tempat karaoke di wilayah kota maupun di perbatasan kabupaten Gunungkidul dengan Bantul. Pengunjung yang datang pun dinilai luar biasa lantaran dari semua wilayah di DIY berkunjung di tempat hiburan Gunungkidul.
“Kalau di Bantul dari siang cuma sampai jam 9 malam dan Kota Jogja cuman sampai jam 7 malam,” jelasnya setelah melakukan survey di berbagai tempat.
Bapak dua anak ini pun berharap kepada pemerintah maupun petugas penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan pemerintah DIY. Menurutnya di tempat hiburan pun sangat berpotensi terjadi penularan covid-19. Sehingga harus ada tindakan tegas dari petugas.
“Biar tidak ada kecemburuan, itu aja,” tutupnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
