fbpx
Connect with us

Sosial

Sebulan Keluhkan Sakit, Ini Rekam Jejak Anggota Polisi Yang Jadi Pasien Positif Corona Kedua di Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pemuda berusia 18 tahun, warga Kecamatan Playen yang menjadi pasien positif covid-19 kedua di Gunungkidul saat ini dalam kondisi sehat. Diketahui, pemuda yang berporfesi sebagai aparat kepolisian itu sempat melakukan perjalanan ke Jakarta pada bulan Maret 2020 lalu. Yang bersangkutan menjalani pendidikan dinas. Pasien juga sempat melakukan rapid test dan menunjukan hasil negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan, pasien positif tersebut merupakan anggota polisi yang baru saja lulus dan dilantik pada 2 Maret 2020 silam. Kemudian pada sore harinya, ia melakukan perjalanan ke wilayah Jakarta untuk mengantarkan kakeknya.

“Dalam perjalanan itu, yang bersangkutan sempat mampir di fasilitas umum termasuk rumah makan,” kata Dewi, Senin (06/04/2020).

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Pada tanggal 4 Maret dirinya pergi ke wilayah Janti, Yogyakarta untuk mengambil seragam. Di sana ia bertemu dengan beberapa orang rekannya.

“Pada tanggal 8 Maret 2020, dia merasakan keluhan, tapi tidak berobat, dia juga sempat ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro pada tanggal 9 Maret 2020,” terang Dewi.

Kemudian, lantaran terus merasakan sakit, pada tanggal 10 dan 11 Maret 2020, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan di RS Panti Rahayu Kelor. Namun saat itu, rumah sakit belum mendeteksi adanya infeksi virus corona.

“Dia masih beraktifitas normal, bahkan rutin melakukan olahraga jogging sampai ke Jeruk, Kecamatan Wonosari untuk menjaga kondisi,” ucap dia.

Namun begitu, ia kembali merasakan sakit pada tanggal 25 Maret 2020. Sejak saat itu, dirinya kemudian ditetapkan sebagai PDP dan melakukan isolasi di RS Bhayangkara Yogyakarta hingga tanggal 31 Maret 2020.

Berita Lainnya  Jaga Obyek Wisata Tetap Bersih dan Indah Selama Libur Nataru, Pemkab Siagakan Pasukan Kuning

“Di RS Bhayangkara dilakukan rapidtest hasilnya negatif tetapi hasil swab tenggorokan belum muncul. Baru tanggal 4 April 2020 ini keluar hasil lab positif covid 19,” ungkap Dewi.

Dewi menambahkan, mengetahui hasil tersebut, Dinas Kesehatan Gunungkidul langsung mendatangi lokasi dan melakukan tracking di keluarga tersebut. Pihaknya juga melakukan test terhadap keluarga yang berinteraksi dengan pasien positif teraebut.

“Kita melakukan pemeriksaan kontak rumah dan terkait 7 orang yang berinteraksi tidak ada keluhan tes rapid ada 4 orang, yakni ayah, ibu dan adik dan ART semua hasil negatif. Untuk yang 3 orang masih kita telusur, yakni 1 kakek di Jakarta dan 2 lainnya,” beber dia.

Untuk saat ini, pasien positif tersebut masih melakukan isolasi di rumah. Pihaknya akan berkoordinasi untuk nantinya menjalani perawatan di RS Pantirahayu, Kelor, Kecamatan Karangmojo.

Berita Lainnya  Banyak Masjid di Gunungkidul Yang Diperkirakan Masih Selenggarakan Sholat Ied Berjamaah

“Sudah dikoordinasikan untuk nantinya bisa dirawat di RS Panti Rahayu, Kelor,” sambungnya.

Disinggung mengenai kemungkinan asal virus tersebut, Dewi belum bisa melakukan pengecekan. Namun begitu, dirinya lebih meyakini pasien terjangkit virus saat tengah berada di luar daerah.

“Kita tidak bisa berandai-andai, dia melakukan perjalanan ada kemungkinan di Jakarta tapi jarak jauh sekali waktunya, perlu penelusuran lebih dalam, apakah di Jakarta atau Jogja,” pungkas dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler