fbpx
Connect with us

Pendidikan

Sembilan Siswa Dari 4 Kecamatan Dinyatakan Tak Lulus SMP

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adanya pandemi corona yang terjadi di berbagai belahan dunia membuat pada tahun ajaran ini, baik dalam hal kelulusan maupun kenaikan kelas, relatif diberikan kemudahan. Hal itu lantaran, kegiatan belajar mengajar maupun ujian yang biasanya menjadi salah satu penilaian utama untuk kelulusan ataupun kenaikan diliburkan atau ditiadakan.

Namun begitu, untuk tahun ini, masih ada sejumlah peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan tidak lulus. Hal itu dikarenakan para siswa ini memilih untuk keluar sekolah dan tidak melanjutkan mengikuti ujian. Saat ini, dinas masih terus melakukan pendataan guna dilakukan pendekatan kepada para siswa ini agar mau melanjutkan studinya.

Berita Lainnya  Dinamika Covid19 Mulai Meninggi, Sekolah Gunungkidul Kembali Terapkan PTM 50%

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait adanya 9 orang siswa di Gunungkidul yang dinyatakan tidak lulus SMP. Namun begitu, ia enggan menjelaskan secara detail asal sekolah dari 9 siswa tersebut.

“Saya menerima laporan ada 9 orang siswa yang tidak lulus dengan alasan yang sama yakni memilih keluar sekolah dan tidak mengikuti ujian,” ucap Bahron, Sabtu (06/06/2020).

Siswa yang tidak melanjutkan artinya tidak mengikuti proses kegiatan akhir. Sehingga saat Daftar Calon Tetap (DCT) keluar, mereka tidak melanjutkan ujian.

“Itu tidak lulus bukan karena nilai, mungkin lebih tepatnya sebutannya mengundurkan diri,” kata Bahron.

Terkait hal ini, pihak dinas masih terus melakukan penelusuran terkait penyebab mundurnya para siswa tersebut. Nantinya setelah ditemukan, maka pihaknya akan melakukan pendekatan ke orang tua agar para siswa ini bisa menyelesaikan jenjang pendidikan. Menurut Bahron, jika tidak melanjutkan sekolah maka yang akan rugi siswa tersebut.

Berita Lainnya  Lustrum XV SMA Kolese De Britto Siap Gelar Malam Ekspresi dan Misa Akbar

Bahron memaparkan, bagi para siswa yang putus sekolah bisa melanjutkan jenjang pendidikan non formal seperti kejar paket B yang ada di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Disdikpora.

“Kita nanti akan melakukan penelusuran mengapa mereka mengundurkan diri. Nanti diupayakan agar bisa kembali ke sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan, dari penelusuran yang dilakukan, ke sembilan siswa itu berasal dari Kecamatan Tepus, Patuk, Playen, dan Gedangsari. Pihaknya akan melakukan pendalaman terkait alasan para siswa itu mengundurkan diri.

“Nantinya jika memungkinkan akan diajak kembali ke sekolah,” terang Kisworo.

Untuk tahun ini kelulusan menggunakan nilai raport dari siswa. Karena pandemi ini, tidak ada ujian nasional. Bagi mereka yang tidak lulus memang dikarenakan sudah berbulan-bulan tidak masuk sekolah.

Berita Lainnya  UGK Berikan Beasiswa Bebas Biaya Kuliah 50 Persen Untuk Warga Gunungkidul

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler