fbpx
Connect with us

Sosial

Seminggu Pertama Operasi Patuh, Ribuan Pengguna Jalan Ditilang Polisi

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Selama dua pekan, Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul menggelar Operasi Patuh Progo 2019. Operasi yang serentak digelar di seluruh jajaran Polda DIY ini bertujuan untuk menertibkan dan menindak pengguna jalan yang sekiranya melanggar peraturan lalu lintas. Berdasarkan data hasil operasi, tingkat ketertiban masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas masih terhitung rendah. Hal ini terbukti dari masih banyaknya pelanggaran yang terjadi.

Selama Operasi Patuh Progo 2019 dilakukan, polisi memang menggencarkan razia di sejumlah titik jalan. Adapun selama 6 hari pertama operasi ini dilakukan, polisi berhasil menilang ribuan pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas. Dari jumlah tersebut, pe;anggaran didominasi surat-surat kendaraan yang tidak lengkap.

Dari data yang ada hingga 3 September 2019 kemarin, 1.185 kendaraan dikenai sanksi tilang dan 739 lainnya dikenai teguran. Skema penindakan berupa teguran ini bisa ditempuh lantaran pelanggaran yang dilakukan masih masuk dalam kategori ringan dan dapat ditoleransi oleh pihak kepolisian. Yang menarik, dari keseluruhan pengguna jalan yang terjaring operasi ini, mayoritas adalah pelajar. Ada 587 pengguna jalan yang dikenai tilang masih berstatus pelajar. Mayoritas dari mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan beberapa diantaranya memakai komponen kendaraan yang tidak lengkap.

“Untuk mobil ada beberapa yang juga ditilang. Mayoritas dari mereka tidak menggunakan sabuk pengaman. Kalau yang sambil bermain handphone belum kami temukan,” kata Brigadir Dian, anggota Satlantas Polres Gunungkidul, Rabu (04/09/2019).

Selain itu, terdapat puluhan kendaraan jenis bak terbuka yang turut ditindak dan ditilang oleh petugas di lapangan. Hal ini karena mobil bak terbuka yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang justru digunakan untuk memuat manusia. Penindakan ini sendiri selain untuk penertiban juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Berita Lainnya  Kasus DBD di Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat, Dinkes Imbau Masyarakat Tanam Tumbuhan Pengusir Nyamuk

“Beberapa titik yang digenjarkan operasi diantaranya di Siyono, kawasan Jogja-Wonosari tepatnya di sekitar Hutan Tleseh dan beberapa titik lainnya,” imbuh dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Anang menuturkan, Operasi Patuh ini akan digelar selama 14 hari. Penindakan akan menyasar pada pengguna jalan baik bermobil atau pun sepeda motor yang secara kasat mata melakukan pelanggaran. Mulai dari tidak menggunakan helm, melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman, komponen tidak lengkap dan beberapa pelanggaran lainnya.

“Mereka (penggendara) yang menggunakan kendaraan kecepatannya melebihi aturan juga akan kami lakukan penindakan. Tak jarang memang ada pengguna jalan yang sering mengabaikan ketentuan kecepatan,” ujar AKP Anang.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti mengenai kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur. Kasus ini lah yang juga menjadi perhatian dari Satlantas Polres Gunungkidul. Mengingat beberapa tahun terakhir ada puluhan bahkan ratusan kecelakan yang melibatkan anak usia 10-15 tahun. Dari jalur yang menjadi fokus operasi sendiri, angka kecelakaan sedang dalam pendataan petugas kepolisian.

Berita Lainnya  Dinyatakan Lulus 100%, Nilai Siswa SMA di Gunungkidul Terendah se-DIY

“Operasi ini untuk pencegahan dan penertiban. Semakin maju dan banyaknya kendaraan, tentu angka kepatuhan pada peraturan lalu lintas juga harus semakin meningkat,” tutup dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler