fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sendang Beji, Sumber Air Yang Dipercaya Warga Bisa Membuat Cantik dan Awet Muda

Published

on

Purwosari,(pidjar.com)–Desa Girijati, Kecamatan Purwosari menyimpan obyek wisata peninggalan jaman kuno. Di wilayah yang dipenuhi bukit menjulang di ujung barat Kabupaten Gunungkidul ini ternyata memiliki obyek wisata Candi Gembirowati dan Sendang Beji. Diketahui peninggalan tersebut dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono ke II saat memerintah pada tahun 1792-1828.

Yang cukup menarik adalah Sendang Beji. Sendang yang terletak tak jauh dari Candi Gembirowati ini menyimpan banyak cerita. Menurut cerita rakyat, sendang tersebut dipakai mandi oleh bidadari. Sehingga di tengah sendang terdapat pijakan luas sebagai tempat para bidadari tersebut melepaskan bajunya.

Air dari Sendang Beji juga diyakini oleh warga setempat bisa sebagai resep kecantikan dan awet muda. Selain itu air sendang pun berkhasiat untuk kesuburan tanaman dan juga penyembuhan. Tak ayal obyek wisata minat khusus ini pun kian diminati pengunjung lantaran kepercayaan yang berkembang luas mengenai khasiat airnya. Dengan kepercayaan semacam itu pula, sendang Beji kemudian banyak dikunjungi oleh orang yang hobi bertapa untuk mendapatkan sesuatu atau keinginan.

Walaupun masyur sebagai lokasi keramat, namun saat ini Sendang Beji sudah mulai dikembangkan sebagai obyek wisata. Di lokasi tersebut sudah banyak dibangun sarana penunjang untuk menarik wisatawan. Seperti misalnya pembangunan pijakan tengah sendang dengan memakai keramik berwarna merah putih.

Adapun Candi Gembirowati merupakan bangunan bersejarah berbentuk pesanggrahan yang terletak di bukit Padukuhan Watugajah berdiri membentang dari timur ke barat dan menghadap ke laut selatan. Dari arsitektur bangunan berbentuk pilar dan hiasan ini diperkirakan mulai dibangun sekitar abad ke-16. Konon, dulu candi tersebut jarang didatangi banyak orang terkecuali trah kraton karena lokasinya yang berdiri di tanah elit Kraton Ngayogyakarta.

Tampak bangunan candi seperti belum selesai dikerjakan lantaran menempel di bukit dan hanya terlihat separuh yang dipenuhi hiasan batu ukir bercorak Hindu. Sarana jalan menuju lokasi candi cukup sulit dijangkau bagi yang belum terbiasa. Namun demikian saat ini, candi terbuka lebar bagi wisatawan yang hendak berkunjung.

Rencananya dalam waktu dekat, dua obyek wisata peninggalan sejarah ini akan mulai dipasarkan oleh Pemerintah Desa Girijati. Potensi wisata diantara kedua obyek ini dirasa sangat besar dan bisa menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Kepala Desa Girijati, Karsono memaparkan, selama ini, kedua obyek wisata di wilayahnya tersebut memang belum banyak dikenal. Padahal, ia meyakini bahwa apabila bisa dikembangkan dengan benar, maka kedua obyek wisata ini bisa terkenal dan menjadi sumber rezeki bagi warga setempat maupun pemerintah desa.

“Apapun potensi dari sektor wisata yang ada disini (Girijati), akan kita kembangkan secara maksimal. Toh nanti juga untuk kesejahteraan masyarakat saya,” jelasnya, Sabtu (15/12/2018).

Ia merasa penasaran dengan promosi Candi Prambanan yang bisa booming di kalangan nasional dan internasional. Meskipun tidak bisa menyaingi Candi Prambanan, akan tetapi sebisa mungkin bisa menggaet pengunjung banyak di Candi Gembirowati.

“Candinya juga bagus dan penuh corak. Selain itu juga banyak filosofinya yang bisa digali oleh pengunjung,” katanya.

Langkah utama yang akan ia ambil dengan mempublikasi sesering mungkin tentang keberadaan dan potensi kedua peninggalan tersebut. Langkah selanjutnya barulah mengusulkan dengan melampirkan proposal penunjang sarana prasarana jalan, rest area dan pertokoan kepada pemerintah.

“Dengan begitu saya berharap pengunjung bisa ramai datang dan masyarakat bisa menikmati rejekinya,” imbuhnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler