fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Strategi Sediakan Kendaraan Pengangkut, Vaksinasi Lansia Naik Hingga 400%

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Vaksinasi covid19 untuk petugas layanan publik dan lansia menjadi hal yang wajib dilakukan. Pemerintah sendiri saat ini tengah mengebut penyelenggaraan vaksinasi untuk dua kalangan ini. Sebab, hingga saat ini, capaian vaksinasi di Gunungkidul lebih rendah dibandingkan kabupaten maupun kota lainnya di DIY. Terutama kepada lansia, upaya vaksinasi ini menjadi sangat penting lantaran saat ini, mayoritas pasien covid yang meninggal dunia berasal dari kalangan ini. Diharapkan dengan vaksinasi ini, tingkat fatalitas akibat virus ini bisa ditekan seminimal mungkin.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, berdasarkan data dari pemerintah pusat, ada lebih dari 80 ribu lansia di Kabupaten Gunungkidul yang harus tervaksin. Tenaga medis dari tiap fasilitas kesehatan (Faskes) sebenarnya telah berupaya untuk melayani. Namun hingga beberapa waktu lalu, capaian vaksin untuk kalangan ini masih sangat minim. Sehingga kemudian pemerintah harus mencari terobosan lainnya dalam rangka menggenjot program vaksinasi untuk lansia.

“Jadi di awal itu kita buka layanan dengan pendaftaran link, akan tetapi minatnya sangat sedikit. Kita undang ratusan yang datang hanya beberapa orang saja,” kata Dewi Irawaty, Jumat (25/06/2021).

Berdasarkan evaluasi dari program sebelumnya, petugas kemudian mengambil kesimpulan bahwa permasalahannya ada pada mobilisasi lansia. Banyak dari kalangan ini tidak memiliki kendaraan, sanak saudara, ataupun alat komunikasi. Permasalahan tersebut kemudian disikapi dengan koordinasi bersama Panewu dan Pemerintah Kalurahan.

“Panewu dan pihak kalurahan sekarang juga mulai aktif ya. Ada beberapa panewu dan lurah yang mau menyediakan akomodasi para lansia ini agar bisa ikut vaksin,” ucap dia.

Ia mencontohkan, di salah satu kapanewon, bahkan ada yang sampai menyewakan truk dan angkot agar warganya bisa mengikuti vaksin. Menurut Dewi, hal tersebut terbukti hal tersebut cukup efektif lantaran dari capaian yang sebelumnya hanya sekitar 9 persen, sekarang ini sudah mencapai 39 persen.

Data yang ada, capaian vaksin untuk tenaga medis sudah mencapai 100 persen, untuk petugas layanan publik 50 persen, dan lansia 39 persen. Menurutnya petugas publik dan lansia tervaksin menjadi acuan pemerintah dalam keberhasilan vaksinasi.

“Kita juga gandeng kalurahan dan kader-kader di padukuhan untuk memberikan pengertian yang mudah tentang vaksin covid19,” papar dia.

Saat ini, angka lonjakan covid19 di Gunungkidul masih cukup tinggi. Pada Kamis (24/06/2021) kemarin ada tambahan 178 orang terkonfirmasi positif. Sehingga selama sebulan ini ada lebih dari 1.400 kasus aktif yang para penderitanya masih menjalani perawatan medis serta isolasi mandiri.

Adapun sejak pandemi terjadi total telah lebih dari 5.000 kasus yang terjadi di Gunungkidul.

Terpisah, Panewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo mengatakan vaksinasi lansia terus dilakukan oleh petugas Puskesmas di wilayahnya. Ia mengakui jika yang menjadi kendala para lansia adalah kendaraan. Untuk itu, kalurahan didorong untuk menyediakan angkutan sampai ke puskesmas.

“Untuk mobilisasi dari wilayah ke puskesmas ada kendaraan roda empat yang diakomodir oleh kalurahan,” jelasnya.

Di Saptosari sendiri, rerata ada 200an lansia yang tervaksin setiap harinya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler