fbpx
Connect with us

Pariwisata

Target PAD Naik Jadi 29 Miliar, Dinas Minta Pelaku Wisata Cegah Kebosanan Wisatawan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kendati dalam dua tahun tidak mencapai target, Dinas Pariwisata Gunungkidul terus meningkatkan target kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Untuk tahun 2020 mendatang, Dinpar menaikan target pendapatan retribusi wisata menjadi Rp 29 Miliar. Jumlah ini meninggkat lebih dari satu miliar rupiah dari sebelumnya Rp 27,9 miliar. Guna terus meningkatkan kunjungan wisatawan, dinas menyebut perihal perlunya inovasi agar obyek wisata di Gunungkidul tidak membosankan.

Kepala Dinpar Gunungkidul, Asty Wijayanti menjelaskan, kenaikan target PAD retribusi pariwisata yang dipatok ini dilakukan seiring perkembangan dunia pariwisata di Gunungkidul. Menurutnya, target yang dipatok masih cukup realistis.

Untuk dapat mewujudkannya, pihaknya menekankan perlunya menghadirkan obyek wisata dengan konsep 3 A yaitu aksesbilitas, atraksi dan amenitas. Mulai dari aksesibilitas, atraksi semakin ditingkatkan, hingga penyediaan fasilitas di luar akomodasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berwisata atau amenitas.

“Agar dapat mencapai target kita sebenarnya butuh konsistensi dalam sarana prasarana, 3 A itu aksesibiltas, atraksi semakin rutin juga bagus, dan amenitas, pasti banyak wisatawan yang datang ke sini,” ujarnya, Rabu (18/12/2019).

Ia menjelaskan, selain masalah tersebut, kemunculan wisata baru juga terus diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Gunungkidul. Sebab dari hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya, kedatangan wisatawan secara terus menerus dikarenakan adanya hal baru di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Sebaran Anthraks di Gunungkidul, DPRD Minta Pemkab Sikapi Secara Ekstra Serius

“Seperti saat ini ada HEHA Sky dan Pantai Ngrawe yang digarap sedemikian rupa mampu sehingga menarik wisatawan datang ke sini ( Gunungkidul). Jadi mereka yang ke sini tidak datang ke obyek wisata yang pernah dikunjungi, tetapi datang ke tempat yang baru dan belum pernah dilihat,” tuturnya.

Untuk itu, Asti menekankan pentingnya inovasi yang harus dilakukan sehingga tidak membuat wisatawan bosan datang ke Gunungkidul. Sebab, saat obyek tertentu tidak melakukan inovasi maka tidak akan laku dan berakhir dengan sepinya kunjungan. Hal ini tentunya sangat disayangkan lantaran jika dikelola dengan benar, obyek wisata bisa menjadi sumber penghidupan bagi pelaku wisata.

“Kita terus mendorong para pelaku wisata mulai dari pemerintah, masyarakat hingga para investor untuk melakukan inovasi dan menumbuhkan destinasi-destinasi yang baru. Kalau tidak ada inovasi maka akan mati dan tidak ada keberlanjutan,” terang dia.

Ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka lebar bagi investor yang akan berinvestasi di Gunungkidul di sektor pariwisata. Sebab nantinya hal itu akan berdampak positif bagi perkembangan masyarakat.

Berita Lainnya  Tunggu Pendataan Masing-masing OPD, Pemkab Gunungkidul Segera Buka Lowongan THL

“Investor akan kita dorong, kalau ada yang mau kerjasama dengan cara kami, salah satunya itu,” ujarnya.

Disinggung mengenai target PAD, untuk tahun ini diharapakannya bisa tercapai di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Mengingat, capaian tahun ini masih berada di angka 77%.

“Kalau cuaca mendukung, harapannya bisa banyak yang masuk ke Gunungkidul. Mudah-mudahan libur yang dimulai dari tanggal 22 Desember sampai tahun baru itu obyek wisata bisa penuh dan target PAD 2019 bisa tercapai,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler