fbpx
Connect with us

Pariwisata

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Dinpar Tawarkan Paket Wisata Super Murah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul terus memutar otak untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan menjelang akhir tahun ini. Salah satunya adalah dengan membentuk Gerakan Bersama Masyarakat Wisata Guyub (Gebyar Tayub) beberapa waktu lalu. Tayub merupakan paket wisata wisata murah yang didalamnya berisi beberapa destinasi.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asty Wijayanti mengatakan bahwa Guyub merupakan paket wisata yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah, Instansi, BUMD, hingga masyarakat umum. Guyub sendiri merupakan inovasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan diakhir tahun yang berbarengan dengan pandemi covid.

“Ada 5 paket yang kami tawarkan. Setiap orang ditarik Rp 100 ribu untuk bisa menikmati paket termasuk bus, makan hingga retribusi. Minimal paket diikuti 50 orang,” ucap Asty, Kamis (29/10/2020).

Harga paket tersebut hanya berlaku bila calon pengunjung berada di titik kumpul pusat kota Wonosari. Sedangkan untuk di luar wilayah Wonosari tetap dilayani namun ada tambahan biaya.

“Inovasi ini untuk menggerakkan kembali kunjungan, dan meningkatkan kunjungan destinasi wisata yang selama ini kurang diminati,” terang dia.

Ia menjelaskan, untuk ke lima paket tersebut meliputi, paket guyub 1 dengan rute Geosite Ngingrong, Pantai Kukup, dan Baron techno park. Paket Guyub 2 Kampung Jelok, Embung Nglanggeran, dan Griya Coklat. Paket Guyub 3 Embung Beton, Situs Sokoliman dan Gua Pindul. Untuk Paket Edukasi, Paket pertama meliputi Kampung Jelok, Nglanggeran, dan kali Ngalang. Paket Edukasi kedua, Staisun Radio AURI, Desa Wisata Pampang. Paket Edukasi 4 Embung beton, Rumah Joglo Peniyung, dan taman Batu Mulo.

Berita Lainnya  Dalam Dua Hari, Wisatawan Sumbang PAD Sebesar Rp 210 juta

“Paket Edukasi 5 Baron Techno park, Pantai Kukup, dan Desa wisata Pampang. Untuk warga yang ikut dalam paket wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan seperti memakai masker, dan menjaga jarak,” beber Asti.

Tak hanya penambahan PAD pariwisata saja yang mampu terangkat jika paket tersebut laris. Namun menurut Asti juga nantinya akan menggerakan ekonomi melalui UMKM yang dikunjungi.

“Harapan kita UMKM ditiap destinasi akan ikut terangkat karena wisatawan berkunjung di lokasi itu,” imbuh dia.

Secara struktur organisasi Guyub, Dispar Gunungkidul telah merampungkannya. Adapun hal itu terbagi atas tiga unsur, yaitu penasihat, pelaksana, dan pendukung. Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) dan OPD terkait akan bertindak sebagai penasihat. Pelaksanaannya diserahkan pada asosiasi pelaku usaha jasa pariwisata seperti Gunungkidul Tour & Travel Community, PHRI, HPI, dan PPJI.

Berita Lainnya  Sedekah Laut, Pantai Baron Diserbu 5000 Wisatawan

“Nanti yang bertindak sebagai pendukung adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Desa Wisata yang terbagi dalam bidang destinasi, kelembagaan, dan pemasaran,” jelas Asti.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah berharap agar program ini segera disosialisasikan ke masyarakat sasaran agar terwujud sesuai rencana. Namun tanpa melupakan pentingnya protokol kesehatan sebagai bagian dari Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Saya berharap dampaknya bisa menyeluruh ke semua bidang. Salah satunya membangkitkan kembali perekonomian yang lesu karena pandemi,” kata Badingah

Ia menambahkan, paket wisata Gebyar Tayub akan semakin mengangkat nama destinasi alam di Gunungkidul yang sudah terkenal sebelumnya. Selain itu, diproyeksikan akan ada dampak ganda (multiplier effect) dari program ini.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler