Connect with us

Sosial

Tradisi Unik Kromojati di Bohol, Wajibkan Mempelai Tanam Jati Sebelum Menikah

Diterbitkan

pada

Rongkop,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pernah mendengar pernikahan Kromojati? Nampaknya istilah ini masih belum begitu diketahui oleh khalayak umum. Namun istilah pernikahan ini sangat familier di telinga warga Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop. Kromojati merupakan salah satu kebiasaan warga setempat yang mana sepasang calon pengantin sebelum melakukan ijab qobul harus menanam bibit jati terlebih dahulu. Pasangan pengantin menanam jati di lahan milik sendiri dan lahan kas desa (kalurahan).

Kromojati sendiri berasal dari dua kosa kata yaitu Kromo yang berarti menikah, sedangkan jati berasa dari nama pohon jati. Budaya kromojati sendiri sudah berlangsung lama sekitar 15 tahun dan telah menjadi sebuah tradisi masyarakat Kalurahan Bohol. Warga dan pemerintah kalurahan berkomitmen untuk tetap melestarikan kebiasaan ini.

Mantan Lurah Bohol, Widodo mengatakan, tercetusnya budaya Kromojati memang hanya pemikirannya secara sederhana. Pada tahun 1980an hingga 2000an, gunung dan lahan di kalurahan ini begitu gersang. Tak begitu banyak pepohonan yang tumbuh.

Yang menjadi masalah, anggaran yang dimiliki pemerintah pada saat itu tidak terlalu besar untuk program peduli lingkungan. Berawal dari kondisi ini, Widodo kemudian berkoordinasi dengan pamong dan stafnya untuk mencetuskan program reboisasi.

Berita Lainnya  Perayaan HUT Paroki Wonosari Berlangsung Sederhana, Umat Katolik Diajak Hidupkan Kembali Semangat Kemartiran

“Lingkungan (tanah kas) gundul kalo kita anggarkan dari anggaran untuk penghijauan tidak cukup. Dari situ saya berembug dengan Pak Kesra dan PPN bagaimana kalo setiap orang yang mau menikah harus menanam pohon jati terlebih dahulu di tanah kas desa dan lahan miliknya sendiri,” kata Widodo saat ditemui di rumahnya, Jumat (30/09/2022).

Program yang ia gagas di tahun 2007 itu ternyata disambut baik oleh para pamong dan masyarakat. Dengan ikhlas mereka melakukan program penghijauan melalui skema kromojati tersebut. Agar program ini bisa berjalan maksimal, pada tahun tersebut pemerintah mengeluarkan Peraturan Kalurahan.

“Sambutan masyarakat ternyata luar biasa, tidak ada cemooh sama sekali atas program Kromojati itu. Di tahun 2008 gencar sekali, nah calon manten ini kami minta menyediakan 10 batang pohon jati. Yang mana 5 ditanam di tanah kas desa dan 5 lagi ditanam di lahan milik sendiri,” papar dia.

“Pemikiran saya saat itu bagaimana masyarakat berkontribusi dalam penghijauan. Kemudian yang kedua kalau batang pohon jati ini ditanam dan dirawat sungguh-sungguh kan ke depannya bisa membantu perekonomian keluarga ini. Saat anak mereka sudah remaja bisa dijual untuk keperluan sekolah atau lainnya,” imbuh Widodo.

Sudah 15 tahun program ini direalisasikan, hingga 2021 sudah ribuan pohon jati yang ditanam oleh para manten di Kalurahan Bohol. Pemanfaatannya sendiri juga untuk kepentingan warga.

Berita Lainnya  Satu Jamaah Haji Gunungkidul Alami Demensia, Ingin Cari Pakan Ternak di Tanah Suci

“Pada intinya untuk reboisasi. Kalau yang ditanam di tanah kas desa itu pemanfaatannya kembali ke masyarakat, contohnya ada padukuhan yang mau membangun masjid nah kayunya itu ditebangkan dari jati-jati yang ditanam dulu di lahan kas desa. Ada juga untuk balai padukuhan maupun balai budaya,” jelasnya.

Ternyata program ini sudah sampai tingkat nasional. Pada tahun 2008 silam, program yang digagas lurah 3 periode ini meraih juara 2 lomba keperdulian penghijauan tingkat Nasional.

“Program ini membawa saya sampai ke Istana Negara. Kalau masyarakat sini sampai sekarang masih melestarikan dan mudah-mudahan tetap dilakukan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Bohol, Margana. Seminggu atau minimal 3 hari sebelum ijab qobul, para calon manten asal Kalurahan Bohol diwajibkan untuk mengikuti pembekalan dari pemerintah kalurahan. Mereka juga diberikan edukasi mengenai pernikahan Kromojati.

Berita Lainnya  2 Warga Alami Luka Mirip Antraks, Dinas Menyebut Sempat Sembelih dan Konsumsi Daging Kambing

“Ya kami panggil calon manten untuk diberikan pengetahuan tentang Kromojati. Mereka harus menanam pohon jati 5 batang di tanah kas desa dan 5 batang di lahan milik sendiri,” papar Margana.

“Sudah menjadi sebuah kebiasaan dan akan tetap dilestarikan. Kalau untuk musim kemarau memang tidak mesti menanam karena sini kering jadi disimpan dulu baru kemudian saat musim penghujan mereka (manten) tanam didampingi para dukuh,” imbuh dia.

Pernikahan Kromojati merupakan sebuah kebiasaan yang unik dan patut dilestarikan. Alangkah akan semakin lestari kehutanannya jika daerah-daerah yang memiliki lahan gersang turut melakukan hal serupa.

“Sepertinya Kromojati baru ada di Bohol, harapan kami memang alam di Bohol semakin lestari tidak ada yang gersang lagi seperti tahun 80 maupun 90 an. Warganya guyup rukun,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata11 jam yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Berita Terpopuler