fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Update Covid19 Gunungkidul, Tambahan Pasien Meninggal Harian Terbanyak dan Menipisnya Stok Oksigen

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Rekor demi rekor terus terjadi dalam beberapa hari terakhir ini berkaitan dengan perkembangan penularan covid di Gunungkidul. Setelah rekor penambahan pasien positif terbanyak pada beberapa hari silam, pada Selasa (22/06/2021) kemarin, Gunungkidul juga mencatatkan rekor jumlah kematian pasien terkonfirmasi positif terbanyak. Pada Selasa kemarin, terdapat kasus meninggal dunia sebanyak 10 orang dengan status covid aktif. Angka kematian tersebut merupakan yang terbanyak jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang hanya berkisar 1 sampai dengan 5 orang saja.

Di Gunungkidul sendiri, sejak awal sampai dengan jelang akhir Juni 2021 ini, angka kematian pasien covid19 mencapai 192 orang. Sebanyak 27 orang diantaranya meninggal dunia pada sepekan terakhir ini.

“Angka kematian di Gunungkidul lumayan tinggi berkisar 4,5 persen dari kasus yang ada,” Dewi Irawaty, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (23/06/2021).

Ditambahkan Dewi, berdasarkan data yang masuk ke jajarannya, sebagian besar kasus meninggal dunia ini dialami oleh kalangan lanjut usia. Para lansia yang meninggal dunia ini tidak memiliki penyakit penyerta.

Seiring dengan lonjakan kasus positif covid19, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat adanya kekurangan bed kritikal bagi pasien covid19. Skema penambahan bed dan upaya lain mulai dipertimbangkan oleh pemerintah agar pasien covid19 yang memiliki gejala sedang hingga berat mendapatkan perawatan medis.

Ia menjelaskan, kasus terkonfirmasi positif saat ini terus bertambah, namun demikian klaster penularan sementara hanya ada 8 klaster saja. Berdasarkan laporan yang ada, rumah sakit kekurangan bed kritikal. Sejak awal pemerintah menyediakan 90 tempat tidur kemudian ditambah seiring dengan perkembangan di lapangan yang terjadi.

“Kita sudah menambah tempat tidur menjadi 102 unit,” ucapnya.

Pemerintah juga masih mewacanakan penambahan 40 unit tempat tidur. Ini merupakan rencana yang akan segera dibahas mengantisipasi kemungkinan terburuk jika terjadi lonjakan yang semakin banyak.

Di sisi lain, skema lain pun juga harus direncanakan dalam menangani pasien terkonfirmasi positif yang perlu mendapatkan penanganan medis. Adapun wacana mencari lokasi lain untuk tempat isolasi juga akan dikonsep oleh pemerintah.

“Kalau penambahan sekarang belum dikonsep, tapi kita sementara ini berusaha menambah tempat tidur,” ucap dia.

Selain itu, Dewi juga menyebut jika sekarang ini kekurangan sumber daya manusia yang profesional untuk melakukan penanganan. Kemudian terkait dengan pasokan oksigen dari distributor pun juga mulai menipis.

Direktur Utama RSUD Wonosari dr Heru Sulistyo mengakui kebutuhan oksigen di RSUD Wonosari terus mengalami peningkatan. Saat ini pemakaian oksigen di RSUD Wonosari sudah mencapai di atas 7 juta liter setiap bulannya. Sebelum pandemi Covi19 melanda, pemakaian oksigen hanya di bawah 5 juta liter.

“Para pasien covid19, yang dirawat di rumah sakit rerata membutuhkan oksigen karena sesak nafas yang dikeluhkan,” tutup Heru.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler