Sosial
TNI Polri Dorong Pemkab Gunungkidul Lindungi Generasi Muda dari Paham Radikal
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Densus 88 Anti Teror menggeledah dua rumah di Kapanewon Playen. Peristiwa pertama terjadi pada November 2019 lalu dimana Mar (37) digerebek di rumahnya di Kalurahan Ngunut, sedangkan yang kedua ialah Was (50) warga asal Semarang yang mengontrak di Kalurahan Ngawu. Menanggapi peristiwa yang terjadi di Kapanewon Playen ini TNI dan Polri kian fokus pada upaya memerangi deradikalisasi. Sejumlah upaya baik preemtif maupun preventif semakin digiatkan.
Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksmana Armiyanto mengatakan, sejauh ini, pihaknya telah mendorong Pemkab Gunungkidul, untuk melaksanakan kegiatan deradikalisasi. Adapun kegiatan sendiri berkonsep seperti imbauan dan pemahaman mengenai bahayanya radikalisme.
“Saya sudah lama mendorong Pemkab Gunungkidul ini untuk melakukan kegiatan ini, jangan sampai generasi muda Gunungkidul ini karena kurang pengetahuan terpengaruh paham radikalisme, dan menjadi bagian dari teroris,” ujar Letkol Inf Noppy, Jumat (02/09/2020).
Terkait dengan yang terjadi di Kapanewon Playen, Noppy mengaku, pergerakkan terduga teroris tersebut tidak terpantau. Dari kunjungannya seusai penggeledahan oleh Densus 88, keseharian Was memang tidak didapati sesuatu yang mencurigakan. Bahkan warga sekitar terkejut setelah dilakukan penggeledahan lantaran tidak ada tanda-tandanya Was merupakan bagian dari kelompok radikalisme.
“Dari keterangan warga sekitar, yang bersangkutan ini bahkan jiwa sosialnya sangat tinggi, dia adalah pedagang kain di Pasar Klewer dan pasar lainnya, bahkan suka membantu warga sekitar,” papar dia.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setyawan mengatakan, upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Adapun pendekatan sendiri dengan cara silaturahmi, menyambangi tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda.
“Kami juga sudah melakukan penyuluhan, pembinaan kepada masyarakat. Upaya ni diharapkan mampu mencegah penyebaran paham radikal,” kata AKBP Agus.
Namun demikian, saat disinggung mengenai perkembangan dari kasus penggeledahan Was di Kapanewon Playen, Agus memilih irit berbicara. Ia mengatakan, sepenuhnya ditangani oleh Densus 88.
“Kami hanya diminta untuk pengamanan. Termasuk untuk kelompoknya yang bersangkutan itu apa itu bukan kapasitas kami,” ujar dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized1 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
