Sosial
Belasan Kasus Kebakaran Lahan, 2 Orang Meregang Nyawa 1 Luka Bakar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Musim kemarau panjang yang saat ini tengah berlangsung menambah potensi terjadinya kebakaran. Cuaca panas, terik matahari yang begitu menyengat dan disertai angin yang kencang menjadi penyebab membesarnya potensi ini. Sepanjang musim kemarau pada tahun 2018 ini, belasan kebakaran terjadi dan hampir separuhnya adalah kebakaran lahan. Dua nyawa melayang akibat kebakaran hutan ini.
Diyono, selaku kepala UPT Pemadam Kebakaran Wonosari menjelaskan, hingga bulan ke delapan, kebakaran yang tercatat dan ditangani mencapai 16 kejadian. Hampir separuh dari kejadian tersebut adalah kebakaran hutan atau lahan terbuka.
"Ada 2 orang yang meninggal akibat mencoba memadamkan api yang merembet di ladang yakni di TKP Semanu dan Plembutan, Kecamatan Playen," kata Diyono, Selasa (28/08/2018).
Adapun data yang ada tersebut adalah kasus yang ditangani oleh pemadam kebakaran. Sementara kejadian yang tidak tertangani oleh petugas lebih dari 5 kejadian. Tidak adanya laporan dari masyarakat, membuat pihaknya sulit untuk melacak lokasi kejadian.
Penyebab utama dari kebakaran lahan yang terjadi pada musim kemarau ini mayoritas disebabkan oleh faktor kelalaian. Misalnya saja membuang puntung rokok yang sembarangan, tanpa memperdulikan kondisi lingkungan. Atau kebiasaan masyarakat yang seringkali membakar sampah di lahan kering. Pemicu kecil ini sangat berpotensi kemudian menjadi penyebab kebakaran yang lebih besar.
"Selain 2 orang meninggal karena hendak melakukan pemadaman api, beberapa hari lalu di Ponjong juga ada satu orang mengalami luka bakar di tangan dan kaki. Kasusnya sama, bebersih dengan membakar daun, namun merembet dan yang bersangkutan hendak memadamkan api," imbuh dia.
Menurut Diyono, hampir semua wilayah di Gunungkidul berpotensi terjadi kebakaran hutan. Untuk itu, pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran, terutama di musim kemarau.
Ia beberkan lebih lanjut, sosialisasi memang sangat diperlukan mengingat di Gunungkidul memang sangat sering terjadi kebakaran lahan. Setiap tahunnya, pihaknya menangani puluhan kasus kebakaran. Pada tahun 2015 terdapat 32 kejadian, sementara tahun 2016 sebanyak 26 kejadian dan yang terbanyak adalah pada tahun 2017 di mana terjadi hingga 43 kejadian.
"Kalau untuk kerugian bervariasi setiap tahunnya, ratusan juta lebih. Untuk pemetaan kami belum lakukan karena hampir semua ada potensi, namun demikian wilayah Wonosari dan Playen yang paling rawan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Lahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Luh Gede Suastini menambahkan, upaya penanggulangan kebakaran sebenarnya merupakan ranah dari Pemda DIY. Namun demikian, dari dinas kabupaten juga tidak lepas tangan. Seperti misalnya melalui program Kampung Iklim yang digagas DLH Gunungkidul sejak tahun 2015 lalu. Program ini dimaksudkan untuk melakukan penyadaran terhadap masyarakat guna pentingnya menjaga lingkungan yang ada.
"Termasuk juga kita sampaikan dalam program ini terkait antisipasi kebakaran baik rumah maupun lahan dan hutan. Pendekatan pada masyarakat sangat perlu dilakukan, agar cara dan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah sembarangan tidak terus menerus dilakukan," tutut Luh Gede Suastini.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
