fbpx
Connect with us

Peristiwa

Bobol SD Negeri, Pencuri Gasak Alat Elektronik dan Uang Infaq

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kasus pencurian kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini, sejumlah uang tunai serta laptop milik SD Negeri Duwet yang berada di jalan Baron KM 4, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari raib digasak maling. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Kamis (19/092019) pagi tadi ketika pihak sekolah hendak memulai kegiatan belajar mengajar.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa diketahui sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu Rohmadi (22) warga Desa Wareng, Kecamatan Wareng berniat untuk membuka pintu gerbang sekolah. Kecurigaan pun langsung muncul ketika ia melihat lampu yang pada sore harinya ia hidupkan sudah padam. Ia menduga, lampu tersebut dipadamkan oleh seseorang untuk tindakan kejahatan.

“Penjaga sekolah kemudian mengecek meteran dan melihat meteran sudah dalam keadaan mati yang diduga sengaja dimaktikan seseorang,” ujar Panit I Satreskrim Polsek Wonosari, Aiptu Slamet Riyatin, Kamis siang.

Kecurigaan yang dirasakan penjaga sekolah semakin besar ketika dirinya berniat membersihkan ruangan guru. Sesampainya di dalam ruangan, ia melihat kondisi ruangan sudah teramat berantakan.

Berita Lainnya  Diduga Gara-gara Puntung Rokok Masuk ke Dalam Bak, Truk Bermuatan Jerami Nyaris Terbakar

“Pada saat mulai membersihkan ruangan dan membuka ruang guru, saksi mendapati keadaan ruang sudah acak-acakan dan setelah mengecek saksi mendapati ada sejumlah barang yang sudah tidak ada di tempatnya. Oleh saksi, kejadian tersebut lantas dilaporkan ke kepala sekolah,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, kepala sekolah setempat kemudian melaporkan peristiwa pencurian itu ke Mapolsek Wonosari. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku diduga masuk melalui bak kontrol ruangan dengan terlebih dahulu membuka genting yang berada diatas ruang guru.

“Untuk barang yang hilang berupa 1 unit laptop merk ACER warna hitam, 1 unit LCD dan uang infaq Rp 200 ribu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait peristiwa pencurian itu. Namun begitu, dirinya memberikan himbauan kepada pihak sekolah untuk lebih waspada dalam menjaga barang berharga di sekolah.

Berita Lainnya  Akhirnya Teridentifikasi, Korban Jatuhnya Lion Air Dimakamkan di Playen

“Kalau ada barang yang bisa dibawa pulang mending dibawa saja, agar lebih aman,” ucap Slamet.

Disinggung mengenai keberadaan penjaga sekolah, di Gunungkidul sendiri hampir tidak ada. Hal itu lantaran tidak adanya anggaran utuk memberi upah petugas penjaga malam.

“Kalau di SD hampir tidak ada, karena ya itu tadi tidak ada anggaran untuk menggaji petugas jaga malam,” pungkas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler