Peristiwa
Bobol SD Negeri, Pencuri Gasak Alat Elektronik dan Uang Infaq
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus pencurian kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini, sejumlah uang tunai serta laptop milik SD Negeri Duwet yang berada di jalan Baron KM 4, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari raib digasak maling. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Kamis (19/092019) pagi tadi ketika pihak sekolah hendak memulai kegiatan belajar mengajar.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa diketahui sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu Rohmadi (22) warga Desa Wareng, Kecamatan Wareng berniat untuk membuka pintu gerbang sekolah. Kecurigaan pun langsung muncul ketika ia melihat lampu yang pada sore harinya ia hidupkan sudah padam. Ia menduga, lampu tersebut dipadamkan oleh seseorang untuk tindakan kejahatan.
“Penjaga sekolah kemudian mengecek meteran dan melihat meteran sudah dalam keadaan mati yang diduga sengaja dimaktikan seseorang,” ujar Panit I Satreskrim Polsek Wonosari, Aiptu Slamet Riyatin, Kamis siang.
Kecurigaan yang dirasakan penjaga sekolah semakin besar ketika dirinya berniat membersihkan ruangan guru. Sesampainya di dalam ruangan, ia melihat kondisi ruangan sudah teramat berantakan.
“Pada saat mulai membersihkan ruangan dan membuka ruang guru, saksi mendapati keadaan ruang sudah acak-acakan dan setelah mengecek saksi mendapati ada sejumlah barang yang sudah tidak ada di tempatnya. Oleh saksi, kejadian tersebut lantas dilaporkan ke kepala sekolah,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, kepala sekolah setempat kemudian melaporkan peristiwa pencurian itu ke Mapolsek Wonosari. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku diduga masuk melalui bak kontrol ruangan dengan terlebih dahulu membuka genting yang berada diatas ruang guru.
“Untuk barang yang hilang berupa 1 unit laptop merk ACER warna hitam, 1 unit LCD dan uang infaq Rp 200 ribu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait peristiwa pencurian itu. Namun begitu, dirinya memberikan himbauan kepada pihak sekolah untuk lebih waspada dalam menjaga barang berharga di sekolah.
“Kalau ada barang yang bisa dibawa pulang mending dibawa saja, agar lebih aman,” ucap Slamet.
Disinggung mengenai keberadaan penjaga sekolah, di Gunungkidul sendiri hampir tidak ada. Hal itu lantaran tidak adanya anggaran utuk memberi upah petugas penjaga malam.
“Kalau di SD hampir tidak ada, karena ya itu tadi tidak ada anggaran untuk menggaji petugas jaga malam,” pungkas dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
