Sosial
Cerita Warga Hargomulyo, Mengubah Air Mata Menjadi Mata Air
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gerakan merubah air mata menjadi mata air nampaknya serius dicanangkan di berbagai kalurahan di Kapanewon Gedangsari. Salah satunya di Kalurahan Hargomulyo Kapanewon Gedangsari.
Lurah Hargomulyo, Sumaryanta mengatakan, belasan tahun silam masyarakatnya cukup sulit untuk mengakses air. Saat Bulan Juni tiba, masyarakat telah merasakan sulitnya mendapatkan air. Paling cepat bencana kekeringan dirasakan warga Hargomulyo berakhir pada bulan November.
Hanya ada satu sumber air yang mana letaknya cukup jauh dari rumah warga. Susahnya mengakses air ini juga membuat warga tak sedikit yang membelinya dengan harga sekitar Rp. 300ribu per tangki. Air sendiri dalam kapasitas 5.000 liter habis hanya dalam dua sampai tiga minggu saja.
Bahkan kala itu, warganya sampai ada yang bekerja menyewakan jasa sebagai loper air. Setiap kali jalan air-air tersebut dimasukkan ke dalam jrigen dan diberikan kepada warga dengan tarif seikhlasnya.
“Untuk jasa antar air itu bervareasi, ada yang 10ribu, 20ribu tergantung jarak,” ucap Sumaryanta, Jumat (01/01/2021).

Sumar menambahkan, terdapat 14 padukuhan di wilayahnya. Adapun jumlah warganya sebanyak 7.595 jiwa. Wilayahnya yang membentuk seperti mangkuk membuat warganya memang harus memiliki tenaga yang lebih kuat untuk mendapatkan air.
“Tak sedikit juga yang dipikul. Jadi satu angkatan itu dua jrigen, seperti yang dilihat wilayah kami kan seperti mangkuk, naik turun dan di wilayah atas juga banyak penduduk tinggal,” ujarnya.
Ia lantas memutar otak. Dibantu dengan stakeholder di Kapanewon Gedangsari, pihaknya berusaha keras untuk mencarikan anggaran agar warganya bisa mendapatkan air sebagaimana mestinya.
“Kami akses dana-dana CSR baik dari BUMN ataupun lembaga swasta untuk memenuhi kebutuhan air,” jelas Sumaryanta.
Kini, hanya dalam waktu dua tahun, mata air yang dulunya begitu sulit didapat di wilayah perbukitan Hargomulyo kini bukanlah isapan jempol belaka. Melalui pendanaan tersebut, sejumlah perusahaan mampu mengebor beberapa titik yang dipastikan terdapat mata airnya.
“Sudah dua tahun ini warga dapat menerima manfaat air bersih, saat ini sudah ada enam titik yang bisa dimanfaatkan warga di 14 padukuhan,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
