Politik
Galang Dukungan Warga Gunungkidul, Benyamin Sudarmadi Andalkan Konsep Dalan Ombo Banyu Roto
Nglipar, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dahulu, Kabupaten Gunungkidul terkenal sebagai kawasan yang kering, tandus dan terbelakang dalam segala hal. Setiap musim kemarau, sebagian wilayah senantiasa mengalami kekurangan air bersih. Walaupun saat ini kondisinya sudah berbeda, namun image itu tak kunjung hilang. Dengan fenomena tahunan semacam, tentu masyarakat Gunungkidul menjadi sangat dirugikan.
Sebagai calon anggota legislatif Putra Daerah Gunungkidul, Benyamin Sudarmadi menawarkan konsep banyu roto dan dalan ombo untuk mengatasi persoalan yang terus menghantui.
“Gunungkidul saat ini sedang bersolek, obyek wisatanya sangat potensial untuk menyaingi Bali atau Lombok. Namun jika tidak diimbangi dengan insfrastruktur yang memadai, maka masyarakatnya hanya akan jadi penonton lantaran kue yang besar itu dinikmati mereka yang tinggal di perkotaan,” kata Benyamin Sudarmadi sembari menyambangi masyarakat di Semanu.
Caleg nomor urut 08 dari Partai Nasdem ini mencontohkan, wisatawan yang datang ke Gunungkidul saat ini sifatnya masih hit and run (datang dan pergi). Artinya datang dari arah Jogja, bawa bekal sendiri, berwisata di Gunungkidul dan sorenya balik lagi ke kota. Hal ini terjadi lantaran kurangnya insfrastruktur pendukung pariwisata di Gunungkidul.
“Jalannya masih banyak yang sempit, butuh dilebarkan. Sarana pendukung seperti hotel, cottage dan lainnya masih kurang, sehingga wisatawan harus menginap di hotel hotel yang ada di Jogja. Lha kita dapatnya apa? Sekedar uang retribusi ? Itu tidak cukup untuk memakmurkan warga kita,” lanjutnya.


Di sisi lain, problem klasik kekeringan setiap tahun masih selalu terjadi di Gunungkidul. Menurutnya, butuh biaya besar untuk mengentaskan problem air tersebut. Dan jika hanya mengandalkan APBD Gunungkidul, niscaya persoalan itu bisa diselesaikan dengan baik.
“Butuh terobosan ke pemerintah pusat yang bisa membantu mengucurkan dana besar untuk mengangkat air dari dalam perut bumi Gunungkidul. Dan yang mampu melakukan itu salah satunya adalah anggota DPR RI,” tambah Benyamin.
Sebagai caleg putra daerah, Benyamin mengerti betul problematika yang dihadapi warga Gunungkidul. Dia mengaku memiliki komitmen kuat untuk menyejahterakan masyarakat jika diberi kepercayaan menjadi wakil rakyat di DPR RI. Untuk mewujudkan komitmen itu, Benyamin Sudarmadi seringkali mendatangi masyarakat tidak mampu di berbagai wilayah. Menengok orang sakit dan menyantuni warga miskin adalah agenda rutin yang dilakukan saat ini. Lewat kunjungan langsung ini, Mas Ben mendengarkan aspirasi-aspirasi masyarakat yang selama ini buntu dan tidak tersalurkan secara baik.
“Hidup itu adalah berkah, maka dengan aksi-aksi sosial seperti ini saya bisa mendengar, melihat dan berempati dengan masyarakat. Biar masyarakat sendiri yang akhirnya menilai bagaimana jejak langkah dan perjuangan saya untuk kepentingan mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Nuryudi Widodo, warga Bejiharjo, Karangmojo mengaku menggantungkan harapan kepada Benyamin jika terpilih kelak. Sebab salah satu putra daerah Gunungkidul yang berlaga dalam pertarungan Pileg 2019, hanya sosok Mas Ben yang dia nilai memiliki komitmen tinggi dalam mengentaskan berbagai persoalan di Kabupaten Gunungkidul. Di mata Nur, sosok Benyamin telah banyak jasanya bagi masyarakat banyak. Apa yang dilakukan Benyamin berbeda dengan caleg-caleg lain yang sekedar menebar janji, namun karya nyata yang benar-benar menyentuh rakyat kecil.
“Menengok orang sakit keras, membantu janda-janda miskin. Diskusi pertanian di tengah sawah dengan kaum tani. Itu menjadi wujud kedekatan antara konstituen dengan calon yang hendak mewakilinya,” terang Nur.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Parno (45), salah seorang warga Jelok, Pacarejo, Semanu mengaku terharu Benyamin sudi berpanas-panas bersama dirinya dan beberapa petani lain sekedar untuk diskusi berbagai persoalan menyangkut pertanian.
“Itu tadi Mas Ben habis nengokin Kemi Ambarwati yang sakit kanker terus mampir. Dia sosok merakyat yang saya harapkan mampu membawa banyak perubahan. Anak saya saja bisa sunatan dulu karena dibantu Mas Ben kok,” ceplosnya.
Selain mengunjungi orang sakit, Benyamin juga menyantuni Semi (85), warga Kangkung A, Ngeposari, Semanu yang hidup sebatang kara dan tinggal dalam gubuk tak layak huni. Selain itu ada nama Sutijah (75), warga Pragak, Semanu yang senasib dengan Semi juga mendapatkan kunjungan dari Benyamin Sudarmadi.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
