fbpx
Connect with us

Sosial

Kisah Kakak Beradik Caleg Dari Beda Partai Yang Tetap Rukun di Tengah Panasnya Persaingan Politik

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Suasana sebuah rumah di Padukuhan Playen 1, Desa Playen, Kecamatan Playen dipenuhi gelak tawa. Pada hari Minggu, memang di rumah tersebut menjadi ajang berkumpul dari keluarga Prawoto (65). Suasana akrab dan hangat memang sangat mewarnai keluarga tersebut.

Namun siapa sangka ternyata dalam keakraban tersebut, ada persaingan politik diantara kedua putra dari Prawoto. Andreas Gatot Wibowo (42) dan Chandra Febri Anggaramanis (34), kedua putra pensiunan PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tersebut tercatat sebagai caleg yang akan bertarung dalam Pemilu 2019 mendatang. Uniknya, kedua kakak beradik tersebut berjuang membeli panji-panji 2 partai yang berbeda. Andreas membela panji-panji Partai Perindo, sedangkan Chandra merupakan ujung tombak Partai Hanura.

Saat ditemui pidjar.com, kedua kakak beradik tersebut menyatakan mantap untuk terjun sepenuhnya ke dunia politik. Bagi keduanya, politik bukan hal yang asing. Sejak masih remaja, Andre dan Chandra sudah menjadi simpatisan dari partai politik. Sang kakak sebelumnya sudah pernah nyaleg pada tahun 2009 silam melalui Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), sedangkan bagi sang adik, ini merupakan kali pertama mencalonkan diri menjadi calon anggota DPRD.

Andre mengungkapkan, meski masing-masing sudah mantap dan merupakan kader loyal bagi partainya, akan tetapi menurutnya hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kehidupan dalam keluarga. Meski sangat penting, Andre menyebut bahwa keluarga tetap nomor satu.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini, tidak pernah ada konflik yang terjadi akibat perbedaan pilihan politik antara ia dan adiknya.

“Ikatan di politik itu hanyalah sementara, tapi kalau hubungan kakak adik, itu selamanya,” tutur Andre, Minggu (23/09/2018) siang.

Ia memang selalu membahas sesuatu hal yang penting terutama bersama keluarga. Termasuk saat memutuskan untuk nyaleg, ia juga telah berkonsultasi dengan seluruh keluarganya. Ia juga tak melarang ketika adiknya kemudian menyusulnya dan memutuskan untuk nyaleg dari partai lain.

“Termasuk saat memutuskan nyaleg dari Dapil 5, saya konsultasi dulu dengan orang tua. Meski saya tinggal di Wonosari, tapi demi adik saya, saya memilih untuk mengalah dan kemudian nyaleg dari Dapil lainnya. Masak saya sama adik saya rebutan suara,” katanya.

Caleg Dapil V Partai Perindo, Andre bersama adiknya, Chandra yang juga menjadi Caleg dari Dapil 1. Keduanya sama-sama mendapatkan nomor urut 1

Bahkan ia juga menyatakan siap memberi dukungan terhadap Chandra. Namun tentunya dukungan yang diberikan tak bisa maksimal lantaran ia ada ikatan politik dengan partai lainnya. Kepada sanak saudara atau kenalannya, ia selalu mendorong mereka agar memilih adiknya.

“Mosok saya nyuruh milih orang lain padahal adik saya ngaleg. Tapi karena ada komitmen dengan Perindo, saya tidak mau hadir saat adik saya berkampanye. Sebatas etika saja kok, tapi dalam hati saya yang paling dalam tentu saya dukung adik saya,” urai dia.

Senada dengan Andre, Chandra juga mengungkapkan hal serupa. Ia mendukung penuh langkah kakaknya untuk nyaleg dari Dapil 5. Meski begitu, seringkali hal tersebut juga membuatnya bimbang. Chandra mengaku sering diminta oleh teman-teman caleg sesame partainya dari Partai Hanura untuk membantu mereka meraup suara.

“Kalau seperti itu saya bingung, tapi karena komitmen untuk membesarkan partai saya, ya sering saya ikut membantu. Untungnya kader-kader Partai Hanura bisa maklum dan tidak membuat saya dalam kondisi yang sulit,” beber Chandra.

Si bungsu ini memaparkan sering cukup kasihan dengan sang kakak yang sudah banyak mengalah dengannya. Tak hanya harus pindah Dapil, sang kakak rupanya juga harus menerima kenyataan sering dianak tirikan oleh orang tua mereka dalam politik. Berbeda dengan Andre, Chandra mendapatkan banyak bantuan dari orang tuanya dalam hal kampanye. Lantaran tinggal di Playen, tentu banyak koneksi orang tuanya yang berada di sekitar Kecamatan Playen.

“Memang yang dapat banyak bantuan saya, untung Mas Andre tidak begitu mempermasalahkan,” ucapnya.

Ia sebenarnya sangat berharap sang kakak bisa berpindah haluan separtai dengannya. Namun ia memaklumi jika kemudian kakaknya menolak dan memilih jalur yang disukainya. Namun demikian, ia justru semakin bersemangat dan berharap ke depan Partai Hanura dan Partai Perindo bisa bekerja sama dalam satu kubu.

“Misalnya, nanti kita bisa koalisi dan mencalonkan kami sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati. Nanti bisa dirembug siapa yang jadi Bupati siapa yang jadi Wakil Bupati,” ujarnya sembari tertawa.

Langkah politik Andre dan Chandra sendiri mendapatkan dukungan penuh dari Prawoto. Prawoto mengatakan berharap kedua putranya tersebut bisa sukses menggapai mimpi menjadi anggota DPRD Gunungkidul.

“Kalau saya inginnya kedua anak saya jadi (anggota DPRD) semua,” ucap dia.

Ia mengaku sangat bahagia kedua anaknya itu bisa tetap rukun di tengah panasnya persaingan politik yang saat ini terjadi. Ia memang selalu berpesan agar apapun yang terjadi, semua anaknya tidak terpengaruh.

“Apapun yang terjadi harus tetap rukun pokoknya. Tidak ada yang lebih berharga dari keluarga,” tutup Prawoto.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler