Kriminal
Korban Lain Pelecehan Seksual Jalanan, Tak Hanya Diremas Dadanya, Wanita Ini Juga Ditawar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Aksi para pelaku pelecehan seksual yang beraksi di jalanan Gunungkidul semakin meresahkan saja. Pada tahun ini, sejumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di jalanan menimpa para pemotor wanita. Tak hanya digerayangi saja, para wanita yang rata-rata masih berusia muda tersebut bahkan juga sempat diajak untuk mesum dengan imbalan sejumlah uang.
Dalam kurun waktu setahun terakhir ini saja, sedikitnya telah terjadi 5 kejadian pelecehan seksual di jalanan. Jumlah ini berpotensi bertambah lantaran disinyalir banyak diantara korban yang enggan melaporkan peristiwa tak mengenakan yang dialaminya ke aparat kepolisian. Polres Gunungkidul sendiri hingga saat ini telah berhasil meringkus 2 pelaku pelecehan seksual.
Salah satu kasus pelecehan seksual yang tak sampai ke kepolisian adalah kejadian yang menimpa, sebut saja, Mawar (bukan nama sebenarnya). Wanita muda warga Wonosari ini mengalami pelecehan seksual yang terjadi di jalan di wilayah Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo pada hari Minggu (16/09/2018) lalu. Sekitar Minggu subuh, Mawar dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor usai mengantarkan ayahnya. Sesampai di lokasi kejadian, tepatnya di timur Perempatan Selang, Kecamatan Wonosari, ia dicegat oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Supra.
Pria tak dikenal tersebut bermodus hendak menanyakan alamat kepada Mawar. Korban yang tak curiga dan ingin membantu kemudian berhenti. Usai terjadi perbincangan singkat, tanpa diduga pria itu lantas mengayunkan tangannya ke arah dada korban.
“Kejadiannya begitu cepat, saya tak sempat menangkis. Bapak tersebut meremas (maaf) dada saya,” ucap Mawar kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com.

Belum sempat bereaksi, Mawar yang masih shock dengan kejadian yang dialaminya kemudian justru kembali mengalami pelecehan seksual lainnya. Pria yang diduga telah berusia tengah baya tersebut menawarinya uang sejumlah Rp 200.000 asal korban mau diajak mesum. Dalam kondisi ketakutan, korban lantas berteriak-teriak dan meminta pertolongan.
“Saya langsung lari dan bapak-bapak tersebut lalu langsung kabur,” lanjutnya.
Meski telah berselang 2 hari sejak peristiwa mengerikan yang dialaminya, Mawar mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya masih trauma. Ia tak lagi berani bepergian seorang diri. Meski siang hari, ia meminta jika bepergian ditemani.
Walaupun tak terima atas kejadian tersebut, namun Mawar memilih untuk tidak melapor kepada polisi.
“Saya tidak mau memperpanjang masalah dan juga merasa malu. Jadi memilih untuk tidak lapor polisi,” paparnya.
Tak hanya Mawar, peristiwa serupa juga dialami oleh sebut saja Melati. Walaupun sudah terjadi sejak setahun silam, namun hingga kini masih menimbulkan rasa trauma di dalam diri korban. Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Melati menceritakan bahwa ketika kejadian, ia tengah bersepeda motor. Tanpa dia duga, dari arah belakang kemudian datang seseorang menggunakan sepeda motor yang langsung memepet dan memegang bagian dadanya. Usai melancarkan aksinya, pemotor pria misterius tersebut langsung kabur.
“Saat itu saya lalu berhenti di pinggir jalan sambil menangis. Pria itu bahkan sempat mengacungkan jari tengahnya kepada saya sebelum melarikan diri,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sempat pula menerima perlakuan aneh ketika tengah nongkrong di kawasan Alun-alun Wonosari. Saat itu, ia melihat seorang pemotor pria yang tiba-tiba mengeluarkan alat kelaminnya tepat di hadapannya. Melati yang kaget lantas memilih pergi.
“Sudah agak lama, tapi masih tahun 2018 ini. Saya agak lupa,” imbuh dia.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (17/09/2018) kemarin, polisi menerima laporan perihal adanya pelecehan seksual yang menimpa seorang wanita muda di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Sama seperti korban-korban lain, wanita muda ini dijamah bagian dadanya ketika tengah mengendarai sepeda motor.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya saat dikonfirmasi sendiri membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani laporan kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang wanita di Desa Siraman. Saat ini, polisi tengah mengumpulkan petunjuk-petunjuk maupun keterangan saksi.
“Ada satu kasus yang sedang kita tangani, kejadian pelecehan seksual yang terjadi di jalanan. Untuk kasus ini, korban tidak melaporkan sendiri akan tetapi dilaporkan oleh kawannya,” terang dia.
Riko menegaskan bahwa pihaknya sangat serius dalam menuntaskan kasus pelecehan seksual yang sangat meresahkan ini. Anggota tengah ia tugaskan secara khusus untuk menguak identitas sekaligus memburu pelaku berdasarkan petunjuk-petunjuk yang didapat.
“Kita tunggu saja perkembangan dari anggota,” beber dia.

RHN, pelaku pelecehan seksual di Hutan Bunder memperagakan adegan aksi yang dilancarkannya pada Januari 2018 silam
Sebagai informasi, pada tahun 2018 ini, polisi berhasil membongkar 2 kasus pelecehan seksual di jalan dan menangkap 2 orang pelaku. Yang pertama adalah pada awal Januari 2018 silam, polisi membekuk RHN (35) warga Padukuhan Mojosari, Desa Playen, Kecamatan Playen. Ia ditangkap setelah meremas dada seorang pemotor wanita di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di kawasan Hutan Tleseh, Kecamatan Playen. Pelaku ditangkap hanya berselang sehari setelah melancarkan aksinya. RHN sendiri langsung dijebloskan ke jeruji penjara dan ditetapkan sebagai tersangka.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada medio April 2018, polisi kembali menangkap seorang pelaku pelecehan seksual di jalanan. Ironisnya, kali ini pelaku yang diamankan masih berusia di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. ARH (15) warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari diamankan polisi setelah melakukan pelecehan seksual terhadap pemotor wanita yang melintas di jalanan Desa Wareng. Dalam kasus ini, lantaran pelaku masih berusia di bawah umur dan telah ada perdamaian dengan pihak korban, polisi akhirnya hanya menerapkan skema diversi dalam penanganannya. Pelaku dibebaskan usai disidang di Mapolsek Wonosari.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
