fbpx
Connect with us

Pariwisata

Menyambangi Obyek Wisata Watu Giring, Tebing Brexinya Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Semanu,(Pidjar.com)–Tidak perlu jauh-jauh jika ingin menikmati berwisata layaknya di Tebing Breksi. Pasalnya di Padukuhan Jelok, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu juga memiliki obyek wisata layaknya di Kabupaten Sleman itu. Batu hitam sisa pertambangan menjadi daya tarik tersendiri karena berbentuk unik. Pemerintah desa dan masyarakat setempat memiliki mimpi besar dalam mengembangkan wisata yang dinamakan Batu Giring ini agar nantinya memiliki nama besar dan mengangkat citra pariwisata di Kecamatan Semanu maupun Gunungkidul.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi mengatakan, masyarakat dan pemerintah desa telah memiliki kesepakatan dalam mengembangkan obyek wisata di Desa Pacarejo. Tak terkecuali wisata Batu Giring yang sejak beberapa tahun lalu terus dikembangkan potensinya oleh semua kalangan. Adapun rencana dari pemerintah desa yakni dalam waktu dekat akan mengumpulkan mengenai sejarah-sejarah di sekitar obyek wisata dan cerita mengenai batuan hitam yang ada di lokasi.

“Kami ingin mengembangkan Batu Giring itu selain sebagai spot berfoto yang kekinian, namun merupakan wisata edukasi,” kata Suhadi, Rabu (26/12/2018).

Wisata edukasi sendiri dipilih lantaran menurut Suhadi banyak sejarah di masa lampau yang belum tergali hingga sekarang. Selain itu, juga untuk menambah varian jenis wisata yang tengah dikembangkan di Desa Pacarejo. Maka dari itu, pihaknya menerjunkan sejumlah tim untuk melakukan penggalian data sejarah dari masyarakat atau pun sesepuh desa.

Berita Lainnya  Mengunjungi Embung Batara Sriten, Embung Tertinggi Dengan Sensasi Eksotis

Pelajar dan anak-anak pun menjadi bidikan pangsa pasar obyek wisata Batu Giring ini. Terlepas dari kunjungan para anak muda generasi milenial yang mencari spot foto terbaik dan nongkrong bersama teman-teman mereka. Tak jarang pula di obyek wisata ini juga seringkali digunakan untuk prewedding atau para penghobi foto model.

Dalam pengembangan obyek wisata ini, beberapa fasilitas dan sarana prasarana terus ditambah agar wisatawan lebih nyaman. Mulai dari penambahan gazebo, tempat sampah, karangan-karangan sebagai spot foto atau bahkan ayunan. Masyarakat setempat pun berangsur sadar dalam ikut menjaga dan mengembangkan wisata ini.

“Mimpi besar kami selain dijadikan wisata edukasi juga akan kami buat kolam renang. Namun hal itu tentunya membutuhkan biaya tinggi, perlu adanya sokongan dana pula. Jika hanya menggunakan dana desa tentu tidak akan cukup,” imbuh dia.

Konsep pengembangan lain pada batuan hitam bekas penambangan batu alam itu pun tentunya selain murni dari pemikiran masyarakat, juga ada beberapa yang mengadopsi dari wisata lain. Sehingga obyek ini tetap eksis dan terus dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Potongan-potongan batu tambang yang memanjang dan kecil itulah ciri khas dari obyek wisata ini.

Berita Lainnya  Puncak Gunung Gambar, Panorama Indah dan Menyimpan Segudang Sejarah

Kebersihannya cukup terjaga. Disediakan pula tempat sampah, di beberapa sudut sehingga pengunjung yang membawa sampah makanan atau plastik tidak membiasakan buang sembarangan melainkan di tempat pembuangan sampah. Dukungan dari pemerintah daerah dan instansi lain sangat dibutuhkan untuk mengembangkan wisata Batu Giring.

Salah seorang pengunjung, Faisal Dhani mengatakan, lokasi itu sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman. Terlebih di kala sore hari, udara segar dan tidaklah terlalu panas, duduk di gazebo-gazebo sembari menikmati camilan yang dibawa dan mengobrol bersama teman-temannya.

“Gak usah jauh-jauh ke Kabupaten lain, wong sini (Jelok, Pacarejo) aja ada toh juga gak kalah bagusnya,” terang dia.

Untuk masuk ke obyek wisata ini tidak dipungut biaya yang ditentukan. Selama beberapa tahun pengembangnya masih menggunakan biaya suka rela atau kebersihan. Sedangkan parkir hanya dipungut Rp 2.000 per sepeda motor.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler