fbpx
Connect with us

Pariwisata

Pantai Gunungkidul Aman, Jangan Percaya Kabar Hoax Gelombang Tinggi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebut menjadi pemicu beredarnya berita hoax mengenai gelombang tinggi di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Sehingga berdampak pada minimnya jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu, pemerintah menghimbau agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas kebenarannya tersebut.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan kepasa masyarakat untuk tidak mempercayai kabar hoax terkait gelombang tinggi. Pihaknya menyebut, untuk kawasan pantai selatan Gunungkidul sampai dengan beberapa hari kedepan masih sangat aman untuk di kunjungi.

“Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk kita mencari informasi dari BMKG dan hasilnya dalam tiga hari kedepan gelombang laut masih aman. Jangan percaya kabar yang belum tentu benar,” terang Harry, Kamis (27/12/2018).

Harry mengatakan, jika masih ragu untuk berkunjung ke wilayah pantai, sebenarnya masih ada opsi bagi wisatawan untuk menikmati obyek wisata bebasis pemandangan alam. Utamnya kawasan wisata yang berada di wilayah utara Gunungkiul.

Berita Lainnya  Pungutan Retribusi Dobel di Pantai Gesing Terus Terjadi, Ini Upaya Dinas Pariwisata

“Masih banyak tempat wisata kering yang tidak bermain dengan air, terutama di Gunungkidul bagian utara seperti Gunung Gentong, Gunung Gambar, Flying fox, Nglanggeran, Hutan Wonosadi,” terang dia.

Sementara itu, Ketua SAR Wilayah II, Marjono menyampaikan bawa beredarnya kabar kabur tersebut turut memicu keresahan masyarakat. Bahkan, pihaknya secara khusus melalui media sosial menangkal kabar kabur tersebut dengan himbauan berupa video kondisi pantai selatan.

“Jangan mudah percaya berita yang tersebar di media sosial, saat ini gelombang di pantai selatan landai dan sangat cocok untuk wisata, saat ini gelombang masih dibawah 8 feet,” katanya.

Tidak hanya gelombang yang bersahabat, menurutnya, angin dan juga cuaca juga sangat cocok untuk berwisata. Ia juga menyebut, dalam hitungan jawa, saat ini memasuki mongso pitu, artinya saat angin berhembus dari barat, dan juga hujan untuk saat ini hujan di daerah pantai selatan dalam intensitas kecil.

Berita Lainnya  Mencicipi Olahan Undur-undur Laut di Pantai Drini, Dagingnya Gurih

“Tadi cuaca mendung sehingga membuat sejuk, angin juga tidak terlalu kencang,” imbuhnya.

Mongso pitu adalah saat angin berhembus dari barat, dan juga hujan untuk saat ini hujan di daerah pantai selatan dalam intensitas kecil.

“Namun kami tetap menghimbau untuk tetap waspada dan mentaati rambu-rambu peringatan yang terpasang di sekitar pantai, kami selalu menyiapkan personil juga nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebagai mana diketahui, data dari pos retribusi Pantai Baron, kunjungan wisatawan pada Jumat (21/12/2018) sebanyak 1.400 orang, kemudian pada Sabtu (22/12/2018) sebanyak 4.300 orang. Selanjutnya pada Minggu (23/12/2018) sebanyak 8.100 orang, Senin (24/12/2018) sebanyak 4.400 dan pada Selasa (25/12/2018) sebanyak 3.400 orang.

 

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler