Connect with us

Hukum

Modal WA, Perempuan Tipu Pedagang Beras Hingga Puluhan Juta

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seorang perempuan berinisial APM alias Vista alias Reta alias Rena (29), warga Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari ditangkap oleh jajaran unit Reskrim Polsek Wonosari di kamar kosnya pada Senin (20/09/2021) lalu. Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah melakukan penipuan hingga mencapai puluhan juta rupiah. Sebelum ditangkap, pelaku sendiri sempat berpindah-pindah rumah kost.

Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu Sofyan Susanto mengatakan, penangkapan tersebut bermula adanya laporan polisi pada tanggal 17 September 2021 lalu oleh Anton (33) warga Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang. Penipuan bermula pada tanggal 12 Septemper 2021 silam, sekitar jam 16.30 WIB, APM yang mengaku bernama Rena datang ke warung angkringan Guyup Rukun yang berada di Padukuhan Tawarsari, Kalurahan Wonosari.

Di angkringan tersebut memang terpasang iklan jual beli beras. Pelaku kemudian berbasa basi tentang harga beras dan meminta nomor Anton. Tak berselang lama, perempuan tersebut pergi dari angkringan dan kemudian menghubungi Anton untuk melakukan pemesanan beras.

Berita Lainnya  ATM BRI Kepek Dirusak, Polisi Gelar Olah TKP

Perempuan tersebut memesan 30 paket beras dengan berat per kantongnya 5 kilogram dengan harga sebesar Rp 1.500.000. Beras-beras ini kemudian oleh korban dikirim ke tempat kosnya. Saat itu, pembayaran sendiri dijanjikan 1 x 24 jam sejak barang dikirim. Kemudian malam harinya, dia kembali memesan beras merk Syifa untuk dikirim pada 13 September jam 06.00 WIB sebanyak 150 paket dengan per paket 5 kilogram dengan harga Rp 7.500.000.

Pelaku kembali menambah pesanan dengan 19 paket beras Syifa per paket 10 kg dengan harga Rp 1.900.000 dan juga 30 kilogram telur seharga Rp 600.000.

“Pesanan-pesanan itu semua sudah dikirim ke kostnya yang berada di Jeruksari. Pelaku sendiri yang menerima, beberapa jam setelah pengiriman pertama, dia kembali memesan paket beras dan telur lagi,” papar Kanit Reskrim, Sabtu (25/09/2021).

Pada saat itu, ia kembali memesan 122 paket beras merk syifa per paket 5 kg dengan harga Rp 6.100.000, 30 paket beras merk Syifa dengan berat per paket 10 kilogram seharga Rp 3.000.000, dan telur 50 kg dengan harga Rp 1.000.000. Kali ini, pesanan ini diambil sendiri oleh Rena dengan sebuah mobil pick up warna putih bernopol B 9265 YUA.

Berita Lainnya  Resedivis Cabuli 2 Remaja di Bawah Umur, Satu Diantaranya Hamil 2 Bulan

Pada malam harinya perempuan itu kembali memesan 50 paket beras merk Syifa dengan berat per paket 5 kilogram dengan harga Rp 2.500.000. Pesanan tersebut diambil sendiri menggunakan mobil Kijang Innova nopol B 1382 WOY. Seluruh barang pesanan ini sejak awal belum ada satupun yang dibayar.

Merasa curiga dan tidak sesuai dengan kesepatan di awal, pada saat itu Anton kemudian berusaha mencari Rena ke tempat kostnya, namun yang bersangkutan sudah tidak ada di kostnya. Korban sendiri sempat menunggu selama beberapa hari namun tidak ada itikad baik dari pelaku untuk membayarkan tanggungannya. Bahkan, pelaku juga sulit untuk dihubungi. Akhirnya, setelah sadar menjadi korban penipuan, Anton lantas melaporkannya ke Polsek Wonosari.

Berita Lainnya  Jaksa Masuk Sekolah, Program Kejaksaan Cegah Perilaku Korup Sejak Dini

“Setelah korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonosari, kemudian kita lakukan penyelidikan di lapangan,” ucapnya.

Berselang beberapa hari, petugas berhasil menemukan pelaku penipuan tersebut. Pelaku terdeteksi berada di kost barunya di kawasan Siyono, Kapanewon Playen. Pada Senin dini hari tepatnya pada pukul 01.00 WIB, petugas berhasil mengamankan yang bersangkutan di tempat kosnya.

“Kita lakukan penangkapan. Saat iki sudah kami tahan dan dilakukan pemeriksaan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler