Pemerintahan
Siap-siap, Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi Untuk Sektor Perdagangan dan Pariwisata Akan Mulai Diterapkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–PPKM Jawa Bali masih dilakukan perpanjangan oleh pemerintah pusat. Terdapat penyesuaian dalam instruksi tentang penerapan PPKM Level 3 yang diterapkan di Kabupaten Gunungkidul. Selain pelonggaran sejumlah sektor, juga mulai diberlakukannya kewajiban supermarket untuk menerapkan aplikasi Peduli Lindungi dalam operasionalnya. Selain di pusat perbelanjaan, pemerintah juga berencana menerapkan scanning aplikasi Peduli Lindungi di kawasan pariwisata serta perkantoran yang melakukan pelayanan umum.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengungkapkan, berkaitan dengan penerapan aplikasi Peduli Lindungi di Gunungkidul, pada Selasa (15/09/2021) kemarin dilakukan rapat koordinasi dengan Sekda dan OPD lainnya. Dalam pembahasan tersebut, ada beberapa sektor yang nantinya akan menerapkan aplikasi tersebut untuk memantau pengunjung. Diantaranya yaitu sektor perdagangan yang fokusnya di supermarket; sektor pariwisata dan nantinya di perkantoran.
“Ada beberapa hal yang masih perlu dibahas dan dikoordinasikan oleh setiap OPD,” kata Wahyu Nugroho, Rabu (15/09/2021).
Ia menjelaskan, sesuai dengan instruksi yang ada, supermarket dan hypermarket di daerah yang wajib menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Di Gunungkidul ada 3 tempat perbelanjaan yang masuk dalam kategori supermarket, diantaranya Toserba Sambipitu, Pamela, dan Amigo. Sedangkan untuk kawasan pariwisata pihaknya masih harus melakukan koordinasi dan pengkajian lebih dalam lagi.
“Penerapan aplikasi Peduli Lindungi di outdoor ini yang perlu persiapan lebih jauh lagi. Misalnya untuk pariwisata diterapkan di pos TPR perlu disikapi terkait dengan menimbulkan kemacetan atau tidak,” jelasnya.
Koordinasi dengan kementerian atau pemerintah pusat ini nantinya untuk meminta izin dan meminta QR Code untuk aplikasi peduli lindungi. Pemerintah akan segera bersurat untuk hal tersebut. Menurutnya, penerapan kebijakan semacam ini memang membutuhkan persiapan yang matang mulai dari alat, sarana prasarana, kesiapan sumber daya manusia, dan regulasinya.
“Untuk kawasan pemerintahan yang melakukan pelayanan umum nanti juga akan diterapkan aplikasi ini. Tapi pastinya butuh kesiapan, ini juga masih dikomunikasikan untuk segala sesuatunya,” imbuh Wahyu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti kebijakan yang berlaku tersebut. Adapun dari Dinas Pariwisata sudah mengajukan ke Kementerian kesehatan terkait dengan barcode di destinasi wisata dan mendorong pelaku pariwisata untuk mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata. Pembahasan mengenai skema pemberlakuan Aplikasi Peduli Lindungi ini juga sudah mulai disusun.
“Sudah ada skema penerapan aplikasi ini, perlu dilakukan stimulasi terlebih dahulu untuk mencari alternatif-alternatif dan solusi jika ada kendala,” terang Harry Sukmono.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan jika supermarket yang ada di Kabupaten Gunungkidul harus mematuhi instruksi yang berlaku. Jika memang sarana di supermarket sudah siap, pihaknya meminta untuk segera menerapkan Peduli Lindungi bagi warga yang hendak masuk ke supermarket.
“Segera diterapkan kalo sarana sudah siap. Hari ini dari Pamela sudah konfirmasi kemudian staff kami lakukan monitoring,” ucap Kelik Yuniantoro.
Adapun di beberapa pusat perbelanjaan seperti mall dan lainnya di kota DIY dan Sleman sudah ada yang menerapkan aplikasi peduli lindungi. Di mana nantinya pengunjung pusat perbelanjaan harus mengunduh aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian saat masuk harus melakukan scan atau memindai QR code yang ada di pusat perbelanjaan dengan aplikasi di smartphone.
-
Uncategorized4 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized4 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
-
Pemerintahan3 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
