Olahraga
Berikan Coaching Clinic ke Pesepakbola Muda Gunungkidul, Pelatih PSS Sleman Sayangkan Kurangnya Kompetisi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kompetisi sepak bola anak usia dini dinilai sangat penting dalam mengasah bakat maupun mencetak bibit unggul pesepakbola di suatu daerah. Namun, untuk di Gunungkidul sendiri hal tersebut nampaknya bakal urung dilakukan. Alasan soal dana serta minimnya dukungan dari pemerintah menjadi alasannya. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi talenta-talenta sepakbola Gunungkidul yang seperti biasa harus hijrah untuk bisa mengembangkan bakatnya.
Dalam kunjungannya ke Gunungkidul, mantan pemain Timnas Indonesia serta pelatih aktif tim PSS Sleman, Seto Nurdiantoro mengatakan bahwa kompetisi lokal sangatlah bagus untuk mengembangkan potensi anak dalam bermain sepak bola. Setidaknya, mental mereka akan terus terlatih dan menjadi pribadi yang kuat sehingga mampu mendorong anak untuk terus berlatih.
“Saya kira sangatlah penting (adanya kompetisi), paling tidak mereka tanding seminggu dua minggu sekali. Karena dalam pertandingan mereka akan mendapatkan mental dan juga nanti bakat-bakat baru akan mulai muncul,” kata Seto.
Disinggung mengenai potensi pemain lokal Gunungkidul. Mantan Pemain PSIM ini pun menilai potensi yang ada di tingkat lokal cukup baik bahkan beberapa ada yang mampu bersaing di tingkat nasional. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dengan segala keterbatasan yang saat ini ada, para pemain Gunungkidul masih bisa tetap unjuk gigi.
“Saya melihatnya yang lalu seperti Roki (Alberta Rokiawan pemain PSCS Cilacap), Martinus (Martinus Novianto pemain Bali United), potensinya ada. Asal semuanya mau bersatu demi kemajuan sepakbola,” ujarnya.


Seto berharap pada tataran lokal pera pelatih tidak hanya mengejar lisensi tetapi juga mengejar ilmu melatih. Dari hasil pertemuan dengan para pelatih, ia menyimpulkan bahwa di Gunungkidul masih sangat minim pelatih yang memiliki lisensi.
“Saya tadi melihat di sini banyak pemain banyak anak berminat main bola, ini potensi yang ada muncul di timnas pelatih harus menimba ilmu tidak hanya lisensi aja dikejar tetapi ilmunya saja yang dikejar,”katanya.
Sementara sesepuh Sepakbola DIY, Subardi menambahkan, jumlah penduduk yang banyak di Gunungkidul memiliki potensi sepakbola yang sebenarnya cukup besar. Menurutnya, dukungan dari pemerintah jugaharuslah maksimal untuk menggenjot prestasi. Ia tak memungkiri bahwa prestasi sepakbola Gunungkidul saat ini masih sangat minim.
“Yang pertama itu anak cinta bola. Yang pertama lapangan memadahi, kedua motivasi dari orang tua, ketiga asosiasi club mempersiapkan infrastruktur pelatih yang baik, keempat rutinitas tidak hanya latihan, tetapi bagaimana membuat kompetisi yang dikaderisasi harus rutin,” ucapnya.
Terpisah, Ketua PSSI Gunungkidul, Sabtuhari mengungkapkan bahwa dalam untuk kompetisi lokal sendiri belum bisa dilaksanakan. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya tidak memiliki cukup dana untuk penyelenggaraanya.
“Kita tidak memiliki anggaran. Karena sudah tidak pernah ada dana hibah dari KONI. Coba bayangkan saja, untuk biaya wasit saja mungkin diperlukan lebih dari 50 juta, mau pakai uang siapa kalau kita bebankan kepada tim tentu mereka akan keberatan. Kita tidak akan terlalu menekan tim,” ungkap dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
