fbpx
Connect with us

Sosial

Keresahan Warga Paliyan Kerap Temukan Alat Kontrasepsi dan Pasangan ABG di Kawasan Hutan Sodong

Diterbitkan

pada

BDG

Paliyan,(pidjar.com)–Kawasan Suaka Margasatwa Sodong, Kapanewon Paliyan merupakan kawasan lindung dimana satwa dan tumbuhan banyak dilindungi. Lokasi yang jauh dari pemukiman warga itu tergolong cukup sepi. Kondisi itu pun dimanfaatkan oleh sejumlah muda-mudi untuk kegiatan kurang pantas. Warga setempat bahkan beberapa kali menemukan alat kontrasepsi yang diduga bekas digunakan oleh para pasangan mesum.

Salah seorang warga setempat, Ari Wibowo mengatakan, lokasi tersebut memang kerap dikunjungi oleh kaula muda ketika sore hari hingga larut malam. Mereka juga kerap terlihat berjalan masuk ke dalam hutan.

“Pernah beberapa kali menyapa dan bertanya tapi mereka berkelit untuk sekedar foto-foto,” jelas dia kepada pidjar.com, Jumat (28/08/2020).

Ia mengatakan, pada tahun 2019 lalu dirinya bersama beberapa warga dan petugas BKSDA pernah mendapati pasangan muda-mudi tengah memadu kasih. Tanpa alas, keduanya berhubungan badan tanpa rasa sungkan seolah tidak ada yang mengintip.

“Setelah selesai mereka kami tegur, kemudian digelandang ke Mapolsek Paliyan,” imbuh Ari.

Menurutnya, kurangnya penerangan, ditambah luasnya hutan menjadi pemicu lokasi yang seharusnya digunakan sebagai lokasi konservasi alam justru digunakan untuk tindakan asusila. Terlebih, setiap malamnya hanya ada satu petugas yang jaga. Warga Pun jika malam hari juga sedikit yang melakukan kroscek.

Berita Lainnya  Penderitaan Warga Pringsurat di Musim Kemarau, Jual Harta Benda Untuk Beli Air

“Kalau malam hari ya sepi bisa dikatakan tidak ada orang satupun,” imbuh dia.

Terpisah Penanggung Jawab proyek kerjasama Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Gunawan Setiaji mengakui jika lokasi konservasi Kawasan Suaka Margasatwa Hutan Sodong sering digunakan untuk berbuat asusila muda-mudi. Berkali-kali hingga tahun 2019 ia sering mendapati pasangan berbuat asusila.

“Sering banget, tiap sore hari kalau nggak weekend hampir selalu memergoki, dari mulai ciuman hingga berbuat mesum, biasanya setelah itu kami bawa ke Polsek untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Menurutnya, sesampainya di Mapolsek untuk dimintai keterangan, muda-mudi yang sering melakukan tindakan mesum ini berusia belasan. Bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP.

Berita Lainnya  Meski Penuh Luka, Korban Laka Laut Siung Berhasil Selamat

“Usia SMP biasanya yang perempuan, untuk yang laki-laki biasanya sudah tidak sekolah. Bahkan pagi hari juga ada sebelum subuh itu, petugas pernah pergoki pasangan di luar nikah yang merupakan pedagang,” tutur Gunawan.

Jam kerja petugas dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, membuat lokasi sepi ini bak lokasi indehoy gratisan. Tentu bukan sesuatu yang sulit untuk mencari celah mengecoh petugas yang berjaga di kala sore dan malam hari.

“Kalau lokasinya yang sering digunakan itu ya tengah hutan kadang di atas bukit itu, petugas juga cuma satu,” imbuh Gunawan.

Ia mengaku kewalahan untuk mengamankan lokasi yang saat ini dihuni 50 ekor kera ini dari tempat asusila. Sejauh ini pihaknya sudah memasang papan larangan, namun masih banyak kesempatan untuk berbuat asusila.

Berita Lainnya  Kasus ke-34 Tahun Ini, Warga Getas Gantung Diri Usai Wedangan

“Papan larangan tidak boleh melakukan tindakan asusila sudah kami pasang, tapi faktanya ya begini, masih banyak alat kontrasepsi yang ditemukan di tengah hutan,” tutup dia.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Paliyan AKP Edi Purnomo mengatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli. Sejauh ini koordinasi dengan petugas Perhutani terus dilakukan untuk menghalau pasangan mesum ini.

“Petani lahan selalu kasih info kalau ada apa-apa,” tandas AKP Edi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler