Sosial
Menanti Terobosan Untuk Kampung Tahu Sumbermulyo
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di tengah sempitnya lapangan kerja, membuka usaha menjadi salah satu alternatif yang paling rasional untuk warga Gunungkidul. Berbagi macam usaha telah dijajal oleh warga Gunungkidul dalam meningkatkan pendapatan perekonomian. Geliat usaha kecil dan menengah terus berkembang seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat.
Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Padukuhan Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Kaum tua maupun muda bergandengan tangan untuk memajukan wilayah kecil mereka sebagai pusat sentra tahu terbaik di wilayah Gunungkidul.
Hal tersebut dilatarbelakangi mayoritas masyarakat padukuhan tersebut yang merupakan pengusaha tahu. Tidak hanya di lingkup Wonosari saja, tahu-tahu kualitas baik itu telah dipasarkan secara menyeluruh di Bumi Handayani ini. Potensi wisata yang tengah menggeliat disambut baik oleh masyarakat umum, pemuda dan pemerintah, sehingga berupaya menggerakan semua kalangan untuk bangkit menjadi yang lebih baik, yakni membentuk sentra oleh-oleh tahu. Diharapkan nantinya, tahu bisa menjadi s
Kepala Desa Kepek, Bambang Setiawan mengatakan masyarakat dan pemuda setempat memiliki kesepakatan dalam mengembangkan usaha dan daerah. Banyaknya usaha tahu di wilayah Sumbermulyo kemudian membuat pemuda tergerak untuk membentuk suatu inovasi yakni sentra industri tahu di kawasan terpadu. Rencananya, tahun 2019 mendatang, pihaknya akan kembali melakukan pengembangkan sayap dengan membentuk pusat oleh-oleh atau kuliner khas.
“Sekarang sudah mulai untuk penerapan inovasi itu. Kalau tidak main inovasi usahanya akan berjalan seperti itu-itu saja. Kita ambil inovasi dengan merangkul semua kalangan,” kata Bambang Setiawan, Minggu (07/10/2018).

Dengan program ini, para wisatawan atau masyarakat lokal tidak hanya melakukan transaksi jual beli tahu saja. Akan tetapi mereka juga dapat melihat langsung pembuatan tahu ala Sumbermulyo. Tak perlu khawatir, dengan bantuan teknologi dan semua kalangan terlibat tentu segala macam limbah tidak akan mengganggu. Ada semacam kumpulan dan alat tersendiri yang digunakan untuk mengolah limbah, sehingga dapat dipergunakan kembali dan berdaya guna kepada masyarakat.
“Permasalahan dalam setiap usaha memang pada limbah. Makanya kami menggandeng kaum muda untuk dapat berupaya mengolah limbah menjadi suatu barang yang tetap dapat digunakan,” imbuh dia.
Peran pemuda tidak hanya dari inovasi pengolahan limbah saja. Berkembangnya teknologi informatika tentu menuntut kaum muda untuk lebih kekinian. Segala macam strategi pemasaran dan pengemasan tentu harus dibuat semenarik mungkin, sehingga konsumen dapat tertarik dengan produk yang dihasilkan oleh masyarakat luar.
“Kalau dilihat-lihat, tahu memang tidak begitu ada gengsinya. Tapi makanan ini selalu dicari, sumber gizinya juga lumayan bahkan favorit sejumlah orang,” terangnya.
Dipaparkan Bambang, sejak puluhan tahun silam Sumbermulyo memang terkenal dengan industri tahu. Terdapat sekitar 21 pengusaha dari skala kecil hingga besar yang terus memproduksi dalam pemenuhan kebutuhan warga Gunungkidul. Sementara ini, karena tingkat produksi tinggi namun bahan baku kedelai lokal dianggap para pengusaha belum mencukupi sehingga mereka berlari kepada kedelai import.
Namun demikian, seiring berkembangnya usaha ini Bambang akan perlahan mendorong para pengusaha untuk menggunakan kedelai lokal. Sehingga nantinya dari usaha ini juga memberdayakan produk petani lokal. Meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat jauh lebih terangkat dan merata.
Salah seorang pejabat di lingkup Pemda Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan beberapa waktu lalu dirinya dan pemerintah desa serta para pemuda Sumbermulyo melalukan dialog pemuda. Di mana dalam kesempatan itu, membahas potensi wilayah dipadukan dengan perkembangan teknologi dan informatika. Puluhan pemuda sepakat untuk memajukan daerah dengan terobosan baru.
“Sudah kami lakukan pendampingan kala itu. Jadi mendorong kaum muda untuk berwirausaha dan mengembangkan potensi yang ada. Kalau geliatnya tinggi, tentu ratusan tenaga kerja juga akan terserap dari sentra industri tahu ini,” ucap dia.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
