Pariwisata
Pantai Widodaren Sepi Pasca Pemblokiran, Bupati: Investor Harus Komunikasi Dengan Warga Lokal
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Belum lama ini, warga Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari memblokir jalan menuju Pantai Widodaren. Pemblokiran jalan dikarenakan konflik yang tak kunjung usai antara warga setempat dengan investor. Akibat pemblokiran ini, akses menuju pantai bisa dikatakan lumpuh lantaran tak bisa dilalui kendaraan. Wisatawan harus jalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh untuk menuju Pantai Widodaren. Tak heran apabila sudah sejak beberapa waktu terakhir ini, kawasan pantai yang sebenarnya tengah naik daun ini sepi kunjungan.
Sebagaimana diketahui, pemblokiran jalur sendiri sudah berlangsung sejak beberapa hari silam. Pemblokiran jalan menggunakan material batu keprus sebanyak 2 dam truk dan memang bertujuan agar tidak bisa dilewati kendaraan. Imbasnya, wisatawan yang datang mengeluh karena penutupan jalan ini. Wisatawan yang tidak tahu apa-apa harus memarkirkan kendaraannya jauh dari bibir pantai dan jalan kaki jika ingin menuju pantai.
“Saat ini masih ditutup, kami masih menunggu kesepakatan,” kata salah seorang anggota Pokdarwis Pantai Widodaren, Mujiko.
Meski ada penutupan jalan, namun pihaknya masih memperbolehkan warga sekitar yang hendak berdagang di sekitar Pantai Widodaren.
Konflik ini pun menjadi perhatian banyak kalangan, bahkan dari Kapanewon pun juga turun tangan untuk melakukan mediasi.
“Kami sudah bertemu dengan dengan warga dan mendengarkan keluhan mereka. Terkait dengan apa yang terjadi akan segera dikomunikasikan dengan pihak Kalurahan agar ada jalan tengahnya. Jika penutupan ini dilakukan terlalu lama tentu nantinya kasihan warga tidak ada pemasukan jika tidak berdagang ataupun aktifitasnya tersendat,” terang Eka Priyatna, Panewu Saptosari
Sejak adanya penutupan akses jalan ini, berdasarkan pantauan dari Kapanewon tidak ada masyarakat yang berjualan di sekitar Pantai Widodaren. Masyarakat sementara ini puasa mengais rejeki dari berjualan di obyek wisata. Sedangkan untuk kunjungan wisatawan, masih ada beberapa yang berkunjung namun jumlahnya berkurang.
“Untuk sampai di obyek wisata, pengunjung memang harus jalan kaki sekitar 500 meter. Untuk perkembangan mudah-mudahan setelah beberapa kali komunikasi yang dilakukan Forkopimkap dengan kelompok dan kalurahan segera akan ada titik temu,” jelasnya.
Bupati Gunungkidul. Sunaryanta meminta para investor dan pihak lain yang hendak mengembangkan pariwisata di Bumi Handayani untuk berkomunikasi dengan masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Hal ini dimaksudkan agar satu sama lain dapat memahami dan tidak terjadi konflik, sehingga semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan bersama.
“Sudah sering saya katakan ya, orang-orang, para investor dan sebagainya yang ada di Gunungkidul selalu untuk komunikasi dengan masyarakat, dengan aparatur dan lainnya,” kata Sunaryanta.
Komunikasi penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya konflik dalam mengembangkan daerah. Satu sama lainnya harus memahami, sehingga ada titik temu yang baik dalam membangun pariwisata dan citra yang ada.
“Sekali lagi saya katakan semua yang ada di Gunungkidul minta tolong komunikasi yang baik dengan masyarakat,” papar dia.
“Saya harap tidak ada pemblokiran atau penutupan,” tutup dia.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
