Sosial
Riuhnya Gelaran Nobar Final Piala Dunia di Perempatan RSUD Wonosari Yang Banjir Hadiah dan Hiburan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Euforia gelaran Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia memang menggema hingga seluruh dunia, termasuk juga di Gunungkidul. Sejumlah lokasi pada Minggu (15/07/2018) malam terpantau menggelar hajatan nonton bareng, baik yang dilaksanakan secara professional maupun dengan fasilitas seadanya.
Salah satu lokasi yang paling diminati oleh masyarakat Gunungkidul untuk menikmati nobar Final Piala Dunia 2018 adalah di Perempatan RSUD Wonosari, Desa Jeruksari, Kecamatan Wonosari. Sejak petang, meski pertandingan baru akan dihelat pada pukul 23.00 WIB, masyarakat sudah berduyun-duyun di sekitar lokasi.
Sangat wajar apabila acara nobar yang digelar oleh RSUD Wonosari tersebut cukup ramai oleh warga masyarakat. Perpaduan hiburan serta banjir hadiah memicu minat masyarakat Gunungkidul untuk berduyun-duyun ke lokasi acara. Panitia memang mengemas acara nobar kali ini dengan cukup apik. Berbagai kuis diadakan dengan beragam hadiah, kemudian masih ditambah dengan live music. Menonton pertandingan melalui videotron raksasa juga memiliki sensasi tersendiri. Kualitas tayangan menjadi sangat baik, bahkan bisa dibilang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan acara nonton bareng yang menggunakan layar lebar.
Tak lupa, sejumlah gerobak angkringan disediakan gratis oleh panitia di berbagai titik yang langsung dibanjiri oleh masyarakat. Dari petang hari, masyarakat dengan tertib berkelompok sembari menikmati sajian makanan khas angkringan tersebut.
Sorak sorai terus bergema sesaat setelah pertandingan dimulai. Situasi semakin seru lantaran meski tak mengenakan atribut negara finalis yang didukung, namun dukungan warga kental terlihat. Teriakan saat terjadi peluang hingga gol terus terjadi. Tentu bisa dibayangkan bagaimana keseruan yang terjadi selama pertandingan yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan tim nasional Perancis atas tim nasional Kroasia tersebut.

Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistiyowati memaparkan, pihaknya memang sengaja memanfaatkan momen Final Piala Dunia ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Atensi masyarakat memang sangat tinggi memasuki partai final ini. Masyarakat Gunungkidul yang memang terkenal sebagai penggila bola enggan melewatkan momen partai puncak ini.
“Kita ingin memberikan warga masyarakat untuk ikut serta menikmati kemeriahan final piala dunia. Ini baru pertama kali kami adakan dan Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat bagus,” terang Heru, Senin (16/07/2018) dinihari seusai acara.
Guna semakin memeriahkan acara, pihaknya juga sengaja memberikan pelayanan baik kepada masyarakat dalam acara ini. Pihaknya memborong 5 gerobak angkringan yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat. Selain itu, juga disediakan belasan doorprize untuk penonton yang beruntung. Selama menunggu pertandingan, pihaknya juga mendatangkan band-band kondang dari Gunungkidul agar masyarakat bisa lebih nyaman saat menunggu pertandingan dimulai.
“Hadiah utama 2 TV LED, serta ada juga magic com, kipas angin dan yang lainnya. Kita undi dari kupon-kupon yang diisi masyarakat. Supaya semakin seru saja,” lanjutnya.
Sesuai dengan misinya, dalam acara ini, pihaknya juga memperkenalkan kinerja serta pelayanan di RSUD Wonosari. Selama ini, memang ada cukup banyak yang mencibir pelayanan di RSUD. Diharapkan nantinya dengan pamaparan-pemaparan yang ada ini, masyarakat bisa lebih berpandangan positif terhadap RSUD.
Fasilitas serta pelayanan di RSUD Wonosari menurut Heru sudah sangat lengkap. Jadi masyarakat tak perlu jauh-jauh membawa kerabat yang sakit untuk berobat ke Yogyakarta. Cukup ke RSUD Wonosari saja, maka semua bisa tertangani dengan baik.
“Kita perkenalkan berbagai fasilitas untuk kemudahan masyarakat, seperti misalnya Pathilo yang merupakan aplikasi pendaftaran online. Ini sangat mudah, tinggal unduh di playstore kemudian bisa dimanfaatkan, tidak perlu ngantri dari pagi lagi,” urainya.
Sementara itu, salah satu warga yang menyaksikan final Piala Dunia 2018 di perempatan RSUD Wonosari, Jalu mengapresiasi gelaran semacam ini. Ia sengaja datang ikut nobar agar momen partai puncak ini bisa ia nikmati secara maksimal.
“Mumpung partai terakhir, ada nobar megah gini ya mending saya datang. Daripada nonton sendirian di rumah,” ucapnya.
Ia sendiri mengaku cukup terkejut dengan antusiasme warga masyarakat yang terus berdatangan untuk menyaksikan partai final di Perempatan RSUD Wonosari. Ini sekaligusmembuktikan bahwa memang sepakbola meski minim prestasi di tingkat lokal, tetap sangat digemari oleh warga Gunungkidul.
“Semoga nantinya kita bisa nonton bareng kayak gini itu yang main Timnas Indonesia, atau malah Persig Gunungkidul, laga di kompetisi tertinggi tanah air. Semoga,” tutupnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan5 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized5 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
