Connect with us

Sosial

Nama Viral Dita Leni Ravia, Ini Kisah Awal dan Harapan Orang Tua Kepada Putri Cantiknya

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Nama seorang pelajar yang berasal dari Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari beberapa hari terakhir ini ramai dibicarakan oleh masyarakat. Bukan lantaran hal negatif, namun hal itu lantaran nama pelajar perempuan ini tergolong unik.

Bahkan foto KTP milik remaja bernama Dita Leni Ravia viral pasca diunggah oleh sejumlah akun instagram. Netijen pun banyak menaruh komentar pada unggahan mana pelajar kelas 12 SMKN 1 Saptosari itu. Nama Dita Leni Ravia sendiri mendadak terkenal dan banyak dibicarakan oleh warga dunia maya.

Dalam bahasa Jawa, Dita Leni Ravia jika dibaca dengan cepat bermakna diikat (tali) rafia. Banyak yang sembrono dengam nama tersebut dengan melontarkan berbagai lelucon. Akan tetapi oleh si pemilik nama, hal tersebut tidak dianggap sebagai hal-hal negatif.

Berita Lainnya  Warga yang Jalani Isoma dan Tercecer DTKS Akan Dapat Bantuan Akhir Bulan Ini

Dita Leni Ravia merupakan anak dari Umy (39) dan Suro (46). Ia lahir pada 5 September 2002 lalu. Pemberian nama unik itu tidaklah disengaja oleh kedua orang tuanya. Saat hamil, sang ibu sejak awal memang berkeinginan jika perempuan akan diberi nama Dita.

Namun kemudian, sang ibu tidak memiliki pandangan lanjutan untuk nama putri mungilnya yang telah lahir itu. Spontan, Suro yang entah mendapatkan inspirasi dari mana kemudian melontarkan usulan nama Dita Leni yang bermakna diikat. Agar lebih unik kembali, sang ayah lantas menambahkan kembali dengan nama Ravia. Dengan nama tersebut selain unik, kedua orang tuanya juga memiliki harapan besar.

“Ya tentu ada harapan yang terselip dari nama anak sulung kami itu,” sambung Umy, Selasa (07/07/2020).

Selain unik, nama Dita Leni Ravia itu juga memiliki makna anak sulung perempuan tidak pergi ke mana-mana dan mengabdi kepada kedua orang tua dan Tuhannya. Patuh dengan agama dan memiliki pendirian yang kuat pula.

Berita Lainnya  Cegah Anggota dan ASN Polri Berkeliaran di Tempat Karaoke, Propam Polres Gunungkidul Getolkan Razia

Pemberian nama unik itu awalnya banyak membuat tetangga sekitar membahas. Bahkan, Kepala Dukuh sempat menanyakan keseriusan pasangan suami istri ini dengan pemberian nama tersebut. Sang Dukuh khawatir, ketika besar nanti, nama Dita Leni Ravia akan menjadi bahan bullyan. Namun baik Umy maupun Suro tetap bersikukuh untuk tetap menggunakan nama tersebut.

“Semuanya mendukung, keluarga ataupun mbahe juga ndak apa-apa,”tuturnya.

Dita sendiri mengaku tidak malu menggunakan nama tersebut. Bahkan ia bangga dengan nama pemberian orangtuanya. Meskipun terkadang menjadi bahan ejekan, namun ia mengaku tak pernah sedikitpun terbesit mengganti namanya.

Ia mengaku tidak pernah menjadi bahan bullyan di sekolah. Bahkan di jurusan otomotif yang ia tekuni tersebut, ia justru banyak dilindungi oleh teman-temannya. Karena ia satu-satunya murid perempuan, di sekolahnya juga berlaku akan disanksi oleh sekolah ketika akan membully seseorang.

Berita Lainnya  Dibuat oleh Anak Pejuang Kanker, 3 Karya Batik Dibeli Jokowi

“Banyak pengalaman sih. Tapi ya biasa saja kok ndak masalah malah bangga saja,” papar Dita.

Banyak pengalaman yang dialami, misalnya saat di Puskesmas atau rumah sakit, para dokter dan perawat selalu menanyakan nama unik tersebut. Apalagi ketika dipanggil melalui pengeras suara, selalu menjadi bahan diskusi para pengunjung.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler